Belajar Bersama Sidungu

Kamis, 02 Desember 2021

PERBEDAAN SAHAM DAN OBLIGASI DALAM DUNIA INVESTASI

PERBEDAAN SAHAM DAN OBLIGASI DALAM DUNIA INVESTASI

PERBEDAAN SAHAM DAN OBLIGASI



Pada saat akan memulai investasi, ada baiknya anda mengenali terlebih dahulu produk produk investasinya, perbedaan dan resikonya. Pada dunia investasi, terdapat dua produk investasi yang cukup populer, namun sebagai investor pemula banyak yang belum mengeerti dan memahami produk investasi tersebut. 

Produk investasi itu adalah Saham dan Obligasi . Saham dan obligasi adalah dua produk yang cukup populer. Namun rata - rata investor pemula tidak mengetahui dan memahami kedua produk tersebut, terutama dalam perbedaan antara Saham dan Obligasi. Keduanya memiliki faktor dan target yang mendasar sehingga memiliki perbedaan yang sangat mempengaruhi dari hasil investasi anda.

Seperti yang dijelaskan pada artikel sebelum nya yaitu mengenai Jenis - Jenis Produk Investasi, saham dapat diartikan sebagai surat atau sebuah bukti yang mewakili kepemilikan bagian modal dari sebuah perusahaan. Seseorang yang telah membeli dan memiliki saham pada sebuah perusahaan, maka dia berhak mendapatkan hasil keuntungan aset dari perushaan tersebut. Sedangakan Obligasi dapat diartikan sebuah surat hutang jangka panjang yang telah diterbitkan oleh Pemerintah dan atau perusahaan dengan nominal dan waktu jatuh tempo tertentu. Biasanya, obligasi ditemui pada persuhaan yang mengakomodasi jasa peminjaman modal.

Selain dari pengertian masih banyak perbedaan antara Saham dan Obligasi , Simak artikel berikut.

1. Badan Penerbit Investasi

Pada produk investasi Obligasi, adalah produk yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan, baik itu perusahaan swasta maupun BUMN, yang di terbitkan sebagai surat hutang berjangka.

Sedangkan produk investasi Saham, adalah produk investasi yang diterbitkan oleh perusahaan yang sudah terdaftar dalam efek bursa. 

2. Jangka Waktu

Pada investasi Obligasi, memiliki jangka waktu yang bisa dibilang relatif lebih rendah dibandingkan dengan Saham. selain itu Jangka waktu pada obligasi memiliki jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan dalam kepemilikan surat berharga tersebut.

Berbeda dengan Saham, saham memiliki jangka waktu yang cukup panjang, yaitu dimana saham akan selalu berlaku selama perusahaan masih ada dan beroperasional.

3. Pembagian Imbal Hasil (Return)

Return atau bisa dibilang imbal hasil atau juga bisa disebut keuntungan/laba pada obligasi akan dihitung sesuai dengan hasil perhitungan harga pokok hutang, dan suku bunga yang berlaku.

Sedangkan saham akan membagikan keuntungan dengan sistem pembagaian sama rata kesemua pihak yang mempunyai saham tersebut. Besarnya deviden keuntungan yang diperoleh investor berbeda beda, sesuai dengan besarnya modal investor saat membeli saham.

4. Pajak 

Pada Obligasi keuntungan yang diberikan kepada pemilik surat berharga atau investor tidak dikenakan biaya pajak.

Sedangkan pada saham, akan dikenakan biaya pajak tambahan setelah perhitungan berapa nilai keuntungan yang didapatkan.

5. Likuiditas

Pada obligasi, yang menjadi pemegang obligasi sebagia krediut harus tetap membayar, meskipun perusahaan penerbit mengalami kebangkrutan.

Sedangkan pada saham, deviden keuntungan akan dibayarkan kepada investor saat penerbit perusaan pemegeang saham mengalami kebangkrutan.

Keuntungan dan Kekurangan Investasi Saham & Obligasi

Dengan mengenal dan memahami apa itu Saham dan Obligasi, anda juga perlu mengetahui keuntungan dan kekurangan dalam 2 produk investasi ini, guna untuk memperkirakan dan merencanakan, bagaimana kondisi aset anda nanti setelah membeli produk investasi saham maupun obligasi. adapun keuntungan dan kerugian dalam investasi saham dan obligasi adala sebagai berikut .

1. Kekurangan Obligasi

  • Terjadinya kegagalan dalam pembayaran deviden atau keuntungan, itu artinya apabila management dan putaran uang kurang baik akan mengakibatkan kegagalan dalam membayar investor 
  • yang kedua yaitu terjadinya Capital Loss. Yaitu dimana kerugian yang disebabkan inflasi, gejolak politik, ekonomi, kerusuhan massal, serta permasalahan global lainnya, sehingga terjadinya kerugian deviden dari obligasi yang dimiliki.
  • Yang terakhir yaitu likuiditas, artinya obligasi dapat dikatakan tidak memenuhi syarat likuiditas produk investasi, sehingga menyebabkan kerugian para investor yang dimana mau tidak mau melakukan penjualan surat berharga para investor dengan kondisi rugi.

2. Kekurangan Saham

  • kekurangan pada produk investasi saham yang pertama yaitu terjadi kerugian atau tidak mendapatkan keuntungan/deviden. Artinya, ketika terjadi kebangkrutan pada perusahaan, pemegang saham tidak akan mendapatkan keuntungan atau pembagian deviden.
  • Perusahaan mengalami Pailit yaitu dimana kondisi perushaan atau terjadi bangkrut, anda bisa kehilangan saham anda.
  • Tekena Suspend, ketiga yaitu suspend, dimana kondisini ini dikarenakan perusahaan tidak mendapatkan izin legalitas lagi di pasar modal.

3. Keuntungan Investasi Obligasi

  • Pendapatan Tetap, yaitu dimana kondisi keuntungan atau bunga yang diperoleh investor dari investasi obligasi ini akan berjalan lebih stabil disetiap bulannya, sehingga perkiraan pendapatan bisa terhitung sejak awal investasi, dan pada umumnya lebih besar dari SBI dan Deposito.
  • Penjualan berasal dari Capital Gain, yaitu dimana posisi keuntungan investor cukup tinggi dari perhitungan selisih harga jual dan harga pada saat membeli.

4. Keuntungan Investasi Saham

  • Deviden : Pendapatan yang dihasilkan dari laba bersih perusahaan penerbit saham.
  • Capital gain :Keuntungan yang diperoleh dari perhitungan selisih harga jual saham dengan harga belinya.

Itulah informasi mengenai perbedaan antara Investasi Saham dan Investasi Obligasi, yang dimana masing masing memiliki ciri yang mendasar, serta perbedaan dari keuntungan dan kerugian yang dimiliki oleh produk investasi saham maupun obligasi. Apabila anda ingin bertanya dan ingin berkonsultasi silahkan tinggalkan dikolom komentar. Jangan lupa untuk terus support kami agar terus berkembang, follow, like, komen, and share artikel kami.

Terima Kasih, Semoga bermanfaat.

Selasa, 30 November 2021

KENALI 10 ISTILAH INVESTASI INI ! APABILA INGIN CUAN MELIMPAH !

KENALI 10 ISTILAH INVESTASI INI ! APABILA INGIN CUAN MELIMPAH !

ISTILAH DALAM DUNIA INVESTASI



Berbicara soal investasi, sangat lah menyeluruh tentang ilmu investasi, artinya investasi ini bersifat universal atau meluas. Bagi anda sebagai pelaku investasi pemula, atau investor pemula ada baiknya anda memahami dan mempelajari tentang investasi, mulai dari pengertian, cara kerja, hingga hasil yang didapat dari investasi ini.

Tidak banyak pelaku investasi yang memfokuskan diri kepada komitment investasinya, dan tidak banyak pula pelaku investasi yang memahami cara kerja investasi saat akan memulainya. Padahal, langkah yang pertama yang harus anda lakukan saat memulai investasi adalah dengan mempelajarinya terlebih dahulu, dengan begitu ketika anda terjun kedalam dunia investasi anda lebih memahami dan cara kerja dari investasi, sehingga anda bisa mendapatkan keuntungan dan tercapainya tujuan anda dalam berinvestasi.

Oleh sebab itu, pentingnya mengenal istilah - istilah yang terdapat dalam dunia investasi ini. Atau bahkan ketika anda sudah benar benar mengusai dan mendalami dunia investasi anda akan lebih cepat dan lebih mendaptkan keuntungan yang lebih besar ! menarik bukan .

Berikut ini akan kami sajikan artikel mengenai pembelajaran tentang istilah - istilah yang terdapat dalam dunia investasi. 



1. Sell & Buy.

Seperti namanya, Sell & Buy atau bisa disebut dengan Jual dan Beli. Dalam dunia investasi memiliki isitilah sell & buy, yang artinya dimana para investor atau pelaku investasi melakukan transaksi dengan manager investasi, baik itu menjual maupun membeli produk investasi. 

2. Return

Return adalah imbal hasil dari aset atu investasi dari investor yang menjadi keuntungan / laba. Return bisa terkumpul apabila target investor atau pelaku investasi telah tercapai. Jadi istilah umumnya Return ini adalah laba atau keuntungan dari modal aset anda.

3. Diversifikasi

Diversivikasi merupakan salah satu teknik dalam dunia investasi. Divesrsifikasi merupakan teknik dimana investor atau pelaku investasi menempatkan modal atau dana investasinya tidak hanya pada satu instrument investasi saja, ini bertujuan supaya, apabila salah satu instrument investasi yang dipilih sedang mengalami surut atau anjlok, masih ada instument investasi lainnya yang dapat memberikan keuntungan, jadi tidak semua dana investasi anda mengalami kerugian.

Sebagai contoh, apabila anda sebagai investor anda akan menanam modal sebesar Rp. 500.000, dan anda membagi modal investasi anda untuk menempatkan kedalam investasi Reksadana dan Emas, yang masing - masing 50% - 50%. Dengan demikian apabila satu tahun kemudian harga emas anjlok, anda masih memiliki aset investasi yang terdapat pada reksada, dengan begitu anda bisa lebih menjaga nilai keuntungan dari modal investasi anda.

4. Cut Loss

Cut Loss sendiri memiliki arti dimana para investor yang menjual aset investasinya dengan posisi rugi, artinya investor menjual aset dengan harga yang lebih rendah dari pada harga saat membeli aset.

5. Manager Investasi

Manager Investasi adalah Pihak atau lembaga yang mengeloloa himpunan dana dari investor sebagai dana bersama, yang nantinya akan dikelola guna untuk mendapatkan keuntungan yang akan diterima oleh nasabah atau investornya. Tentunya Manager Investasi ini sudah mendapatkan izin dan mendapatkan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

6. Portofolio Investasi

Portofolio Investasi adalah sekumuplan aset yang dimiliki oleh pelaku investasi atau investor, yang di Diversifikasikan sebagai indikasi profit dan loss dari aset para investor. Selain itu Portofolio juga menampilkan informasi seberapa banyak nilai aset investasi yang sudah dimiliki.

7. Pasar Modal

Pasar Modal adalah wadah atautempat dimana bertemunya antara investor dan badan usaha yang membutuhkan modal (Emiten). Pasar Modal juga berfungsi sebagai fasilitator kegiatan jual beli antara badan usaha dan investor. Biasanya, pasar modal ini memperdagangkan instrument investasi yang berjangka panjang, seperti Saham, Obligasi, dan Reksadana Jangka Panjang.

8. Lot

Lot adalah istilah yang biasa digunakan pada dunia investasi saham. Jadi umumnya, Lot ini adalah satuan resmi yang digunakan dalam kegiatan jual dan beli saham yang sudah ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia.

Semisal anda akan membeli produk investasi saham dari badan usaha, yang dimana anda diharuskan membeli lot yang dijual persatuannya.

9. Saham Blue Chip

Saham Blue Chip merupakan sebuah kategori dalam dunia investasi saham, Saham Blue Chip ini sendiri hadir sebagai kategori saham unggulan. Artinya Saham Blue Chip ini adalah Kumpulan katergori Saham Unggulan. 

Saham yang memasuki kategori ini, adalah saham yang memiliki angka nilai kapitalisasi pasar diatas 40 milliar .

10. Take Profit

Take Profit merupakan adalah sebuah batasan harga atau nilai keuntungan yang akan diperoleh investor. Take profit ini terjadi apabila investor membeli sebuah produk investasi dengan jangka waktu yang ditentukan, pada saat profit yang telah ditentukan, maka akan tertutup otomatis guna untuk mengamankan keuntungan ata profit investor.

Jadi itulah istilah istilah yang terdapat didunia investasi. Anda dapat mempelajarinya semaksimal mungkin, dengan dasar dan komitmen yang anda miliki. Dengan anda memahami dunia investasi, anda akan dipermudahkan saat terjun langsung kedunia investasi. Selamat mencoba. 

Senin, 29 November 2021

MENGENAL LEBIH DEKAT REKSA DANA - PENGERTIAN REKSADANA, JENIS-JENIS REKSADANA & KELEBIHAN-KEKURANGAN REKSADANA

MENGENAL LEBIH DEKAT REKSA DANA - PENGERTIAN REKSADANA, JENIS-JENIS REKSADANA & KELEBIHAN-KEKURANGAN REKSADANA

REKSA DANA



Mengutip dari judul diatas, Reksa Dana sudah tidak asing lagi di telinga kita. Reksa Dana adalah sebuah tindakan untuk mengumpulkan dana, biasanya dilakukan oleh pemodal yang tidak terlalu mempunyai waktu untuk memikirkan dan memantau resikonya. Reksa Dana juga merupakan suatu himpunan atau instrument untuk mengumpulkan dana masyarakat yang akan dikelola oleh manager investasi yang akan diinvestasikan kedalam surat berharga, seperti Saham, Obligasi, Maupun Pasar Uang (money market).

Pada istilah umumnya, reksadana dapat diartikan sebagai wadah, atau tempat untuk menghimpun modal dari msyarakat sebagai pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia

Jadi istilahnya, kumpulan dana yang terkumpul pada Reksadana adalah dana bersama dari masyarakat, Sedangkan manager investasi adalah pihak yang dipercaya dimana untuk mengelola dana tersebut.

Jenis - Jenis Reksadana

Secara umum, ada beberapa jenis instrument reksadana yang perlu anda ketahui, yaitu reksadan pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Keempat jenis reksadana tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing. Simak penjelasan berikut.

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadan pasar uang adalah suatu jenis reksadana yang dimana hadir untuk menginvestasikan himpunan dana pada jenis instrument pasar uang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Ada beberapa bentuk jenis instrument pasar uang yaitu Deposito Berjangka (Time Deposit), Sertifikat Deposito (Deposit Certificate), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Serta jenis instrument pasar uang lainnya.

Dengan hadirnya investasi reksadana pasar uang, yang memberikan tingkat kembalian yang stabil dan minim dari resiko, reksadana pasar uang juga menjaga dari likuiditas dan pemeliharaan modalnya. Namin dengan resiko yang minim, return yang didapatkan juga relatif rendah.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap atau bisa disebut Fixed Income Fund adalah suatu investasi yang dimana menetapkan alokasi investasi kedalam Obligasi dengan minimum investasi 80%. 

Dengan alokasi investasi yang cukup besar, Reksadana pendapatan tetap memiliki return yang cukup tinggi, hingga 10% per-tahunnya. 

Dengan Return per-tahunnya yang cukup tinggi, Reksadana Pendapatan Tetap memiliki resiko yang relatif lebih besar terhadap inflasi dibandingkan dengan Reksadana Pasar Uang.

3. Reksadana Campuran

Reksadana campuran sering dikenal dengan Balance Mutual Fund . Reksadana campuran adalah suatu jenis reksadana yang mengalokasikan dana investasi kedalam portofolio yang berbeda atau bervariasi. Jadi dapat disimpulkan, Instrument apinvestasi yang digunakan dapat berbentuk Saham yang dikombinasikan dengan Obligasi.

Biasanya para investor menggunakan reksadana jenis campuran bertujuan untuk mengembangkan keuntungan dan untuk pertumbuhan harga saham.

Namun resiko yang dimiliki oleh reksadan campuran ini masih tergolong moderat atau seimbang dengan perbandingan tingkat pengembalian atau return yang relatif lebih tinggi dibandinigkan dengan reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang.

4. Reksadana Saham

Reksadana saham adalah suatu bentuk investasi yang dimana mengalokasikan dana investasi sebesar 80% kedalam bentuk saham yang memiliki efek besifat ekuitas. Efek bersifat ekuitas ini merupakan saham dari suatu perusahaan (yang biasanya merupakan saham biasa namun termasuk juga saham preferen).

Dengan berinvestasi dengan reksadana saham, dapat memeprtahankan pertumbuhan harga saham dengan efek berjangka. 

Namun, Reksadana saham memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan instrument reksadana lainnya, ini dikarenakan reksdana saham memiliki pengaruh yang cukup erat terhadap inflasi. Dengan hadir memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana lainnya, reksadana saham juga memiliki kembalian atau return yang jauh lebih tinggi dari instrument reksadana lainnya,

Kelebihan Reksadana

Reksadana hadir dengan menawarkan bebrbagai keuntungan dan juga dengan profil resiko yang berbeda. Bahkan dengan reksadana, ivestor tidak perlu membutuhkan modal besar untuk memulai investasi. 

Melalui reksadana ini, manager investasi sebagai pengelola dana terhimpun akan mengalokasikan ke dalam produk investasi seperti saham, obligasi ataupun deposito, sesuai dengan kebijakan masing-masing dari setiap Manager investasi.

Selain itu dengan berinvestasi dengan reksadana, investor tidak perlu memantau kinerja dari investasinya, ini dikarenakan sudah terdapat manager investasi yang sudah profesional dan terpercaya untuk mengelola dana investasi anda.

Kekurangan Reksadana

Reksadana hadir dengan berbagai macam pilihan instrument, yang dimana menawarkan keunggulan pada masing - masing instrument reksadana. Namun perlu anda ketahui juga perihal kekurangan dan resiko yang dimiliki reksadana, guna untuk mengetahui besar kecilnya peluang anda dalam berinvestasi di reksadana. Adapun kekuranang dan resiko yang dimiliki reksadana adalah sebagai berikut

1. Pencairan Dana Investasi Lebih lama

Dalam berbgai janis instrument aplikasi, seperti emas contoh nya, merupakan salah satu investasi yang sangat mudah dan cepat dalam mencairkan investasi, tidak perlu menunggu lama bahkan dalam hitungan menit saja anda dapat mencaikan investasi emas anda. 

Hal ini berbeda dengan reksadana, reksadana membutuhkan waktu 2-3 hari untuk dapat mencairkan dana atau return investasi anda. Ini terhitung dari permintaan investor untuk mencairkan dana hingga masuk ke rekening pengguna atau investor.

2. Resiko Wanprestasi

Selain itu, terdapat risiko wanprestasi dimana investasi reksa dana tidak bisa diambil ketika manajer investasi gagal menyiapkan dana dalam penjualan unit reksa dana. Hal ini disebabkan adanya penerbit surat berharga yang menjadi obyek investasi Reksa Dana mengalami kegagalan (default) dalam memenuhi kewajibannya.

Setidaknya, itulah beberapa keuntungan reksa dana dan kerugiannya. Anda bisa memilih produk reksadana sesuai kebutuhan anda, dengan memanagement modal anda untuk berinvestasi.

Baca Juga :

Demikian informasi mengenai Investasi Reksadana semoga bermanfaat.

Disclaimer ! Artikel ini merupakan sebuah informasi yang dimana tidak menjajikan terhadapa keuntungan dan kekurangan dalam ber investasi, semua memiliki perubahan terhadap faktor - faktor yang mempengaruhi. Dalam artikel ini juga tidak ada unsur merugikan atau mencemarkan nama baik bagi pihak siapapun. artikel ini murni untuk sumber informasi dari pengalaman penulis. Terima Kasih. 

Minggu, 28 November 2021

5 PLATFORM APLIKASI INVESTASI EMAS TERBAIK

5 PLATFORM APLIKASI INVESTASI EMAS TERBAIK

PLATFORM INVESTASI EMAS


Emas merupakan salah satu produk Brankas LM (Logam Mulia) yang digemari masyarakat untuk ber-investasi. Investasi atau menabung Emas meruapakan salah satu cara untuk merawat dan memaintain kondisi keuangan kita dimasa mendatang. Investasi emas sudah banyak dilakukan oleh kebanyakan investor, ini di karenakan emas memiliki harga pasar yang relatif stabil disetiap tahunnya, serta emas juga memiliki resiko yang dibilang masih rendah.

Bagi anda yang ingin memulai ber-investasi dengan menabung emas, terutama dalam bentuk emas digital, yang perlu anda kenal terlebih dahulu adalah platform terpercaya yang akan anda gunakan untuk ber-investasi. Berikut ini 5 platform terbaik untuk ber-investasi emas.

1. Tamasia


Tamasia, sudah tidak asing lagi bagi kalangan penggemar investasi emas, platform satu ini hadir dengan menawarkan berbagai macam kelebihan dan flesibilitas dalam jual beli emas. Tamasia merupakan platform aplikasi jual beli emas sekaligus tabungan emas syariah sejak 11 Oktober tahun 2017. Pada aplikasi Tamasia, menawarkan pembelian emas mulai dari 0,01 gram atau seharga kurang lebih Rp. 10.000, murah bukan ?

Selain itu Tamasia juga menyediakan metode pembayaran yang sangat simple dan transparan, Mulai dari pembayaran tunai di gerai Alfamart, Bank Transfer, LinkAJa, dan E-Wallet lainnya. Hadir dengan segala kelebihan dan flesibilitasnya, Tamasia merupakan salah satu platform ter-favorit, dan sudah lebih dari 5jt, pengguna mengunduhnya. Bagi anda yang ingin berinvestasi emas, tidak salah apa bila anda menggunakan Platform ini. 

2. Pluang


Pluang merupakan aplikasi investasi emas yang masih dalam kategori terbaik, selain emas pada platform Pluang juga menawarkan beberapa investasi, Cryptocurrency, Saham, dan Reksa Dana. Pluang memberikan flesibilatas bagi setiap penggunanya. Hadir dengan kelengkapan dan banyak pilihan produk investasi, Pluang juga menjadi salah satu platform favorit bagi para investor. 

Pluang juga memberikan update nilai harga jual dan beli emas masa lalu, hingga detik ini juga. ini memudahkan para investor untuk menganalisa untung rugi nya dalam mealakukan investasi emas. Selain anda dapat menabung emas disini, anda juga bisa membuka cicilan emas pada platform ini. Indeks harga jual beli yang real-time membantu para investor untuk lebih mudah dalam melakukan trading dan jual beli emas. 

Pada platform aplikasi Pluang juga memberikan fleksibilitas transaksi, dengan tanpa pembiayaan admin saat jual dan beli produk investasi. Hadir sebagai platform investasi yang cukup lengkap, Pluang memberikan fitur metode pembayaran yang sangat mudah, anda bisa bertransaksi menggunakan cash, di Gerai, maupun e-wallet.

3. Pegadaian Digital



Aplikasi Pegadaian Digital menjadi pelopor investasi emas secara online. Pegadaian juga mempromosikan layanan investasi emasnya dengan sebutan 'menabung emas'. Aplikasi Pegadaian Digital bisa diunduh dengan mudah melalui ponsel kamu. Di Google Playstore, aplikasi ini sudah diunduh oleh lebih dari 1 juta pengguna. Biaya pembukaan rekening di Pegadaian Digital hanya Rp0 dan biaya penitipan emas juga Rp0 pada 1 tahun pertama. Pembelian saldo emas minimal sebesar Rp50.000.

4. Indogold



Indogold adalah perusahaan investasi yang berdiri sejak tahun 1978. Pada era sekarang Indogold semakin berkembang hingga membuat platform investasti terpercaya. Pada platform ini anda bisa menabung atau membeli emas muali harga Rp. 10.000 . 

Pada aplikasi indogold, anda dapat mencairkan tabungan emas anda dalam bentuk cash (buyback), selain itu indogold juga menwarkan tabungan emas dengan dicetak dalam bentuk emas batangan yang murni diproduksi oleh Antam atau UBS. Pembayaran investasi emas bisa dilakukan melalui berbagai dompet digital seperti OVO, Gopay, Link Aja, Shopee Pay, Dana, hingga KlikBCA. 

5. E-mas



Aplikasi yang sudah berdiri sejak tahun 2014 ini tidak hanya menjadi aplikasi terbaik, namun juga menjadi aplikasi terpercaya, karena sudah terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika, maupun Asosiasi Fintech Indonesia.

Di aplikasi E-mas ini selain bisa berinvestasi, kamu juga bisa melakukan transaksi jual beli, serta mengecek harga emas dengan sangat mudah.

Satu hal yang sangat menarik dan juga unik dari aplikasi ini, yaitu kamu bisa investasi emas hanya dengan Rp100 saja. Benar-benar minim modal, bukan?


Demikian informasi mengenai Platform Investasi Emas Terbaik. Anda pilih yang mana ?

Sabtu, 27 November 2021

4 PLATFORM INVESTASI TERPERCAYA - APLIKASI INVESTASI SAHAM TERBAIK

4 PLATFORM INVESTASI TERPERCAYA - APLIKASI INVESTASI SAHAM TERBAIK

PLATFORM TERPERCAYA UNTUK BER-INVESTASI

Saat ingin memulai investasi, bagi anda yang hadir sebagai investor pemula, yang perlu anda fikirkan adalah platform atau aplikasi saham terpercaya. Platform ini yang akan menjadi pihak ketiga untuk bertransaksi dalam investasi anda, oleh karena itu penting bagi anda untuk memilih platform investasi ini. 

Platform terbaik akan menjadi pilihan bagi setiap investor, untuk melakukan transaksi investasi, berikut ini adalah beberapa contoh platform terbaik.

1. BiBit 


Bibit salah satu aplikasi investasi terbaik di tahun 2021. Bibit juga merupakan salah satu platform investasi yang menyediakan instrument investsi All-in one. Itu artinya berbagai macam pruduk investasi seperti saham, obligasi, reksadana, dan pasar uang ada didalam 1 aplikasi tersebut. Bibit juga aplikasi Investasi terpercaya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Platform investasi Bibit memberikan tawaran yang menarik, yaitu transaki dengan berbgai macam metode, seperti Go-Pay, LinkAja, Bank Transfer, maupun di gerai Indomart atau Alfamart. Selain itu anda juga dapat ber investasi mulai dari harga Rp. 10.000 saja, murah bukan ? oleh karena itu, aplikasi bibit ini sangat cocok untuk investor pemula. Namun pada aplikasi ini terdapat kelemahan yaitu pada pendaftaran yang biasa sering terjadi kegagalan verifikasi data. 

Aplikasi Bibit juga sudah dilengkapi dengan Robo Advisor . yaitu teknologi yang dapat membantu merancang portofolio investasi yang optimal berdasarkan umur, profil resiko dan tujuan hidup kamu. Secara otomatis. Jadi para investor dapat menentukan dana modal untuk menyesuaikan pendapatan merekan yang akan di ivestasikan.

Selain itu, Teknologi Bibit juga mendemokrasikan penelitian akademik yang sudah teruji ini supaya siapapun dapat berinvestasi dengan benar. Yaitu dengan cara

Auto Risk Profiling: Untuk mulai kamu harus menjawab 6 pertanyaan supaya kami dapat menentukan profil resiko kamu dengan algoritma tanpa bias.

Auto Financial Plan: Kamu akan mendapatkan alokasi portofolio reksa dana terbaik berdasarkan jawaban kamu.

Auto Rebalancing: Bibit akan otomatis mempertahankan alokasi optimal kamu seiring dengan perubahan pasar.

2. Bareksa



Bareksa merupakan salah satu aplikasi investasi terbaik, selain Bibit. Bareksa juga hadi sebagai Pionir Platform Investasi Indonesia. Sebagai aplikasi investasi yang menjadi pionir di Indonesia, Bareksa sudah mendapat label dan pengawasan dari Otoritas Jasa Kuangan (OJK). 

Dalam aplikasi Bareksa ini, semua dipaparkan dan dijelaskan mulai dari pergerakan harga pasar modal, hingga resikonya. sehingga anda bisa memperhitungkan - untung - ruginya sebelum membeli produk investasi di Bareksa

Hadir sebagi Pionir Platform Investasi terpercaya, Selain mendapat sertifikat dan pengawasan dari OJK, Bareksa juga bekerja sama dengan SBN Retail, jadi apabila anda ingin berinvestasi emas, anda juga bisa menggunakan Platform Bareksa ini.

Pilihan produk reksadana dalam aplikasi bareksa juga melimpah, selain itu pembayaran yang terdapat di platform bareksa juga berbagai macam metode pembayaran, selain itu dalam bareksa juga memberikan informasi dan update berita investasi di setiap harinya.

Namun , platform ini masih menjadi kendala bagi pemula yaitu sulitnya pengeoperasian platform dibandingkan dengan Bibit, dan juga minimum Investasi sebesar Rp 50.000 .

3. Ajaib.


Kamu tak perlu takut kebingungan saat pertama kali investasi di Ajaib. Akan ada panduan serta rekomendasi produk apa yang sesuai dan paling menguntungkan bagi kondisi keuanganmu.

Aplikasi investasi gratis ini juga akan memberikan notifikasi mengenai waktu jual-beli saham terbaik untukmu sehingga kamu bisa memaksimalkan profit atau menekan kerugian.

Selain itu, salah satu aplikasi investasi saham online terbaik ini juga telah mendapatkan izin beroperasi dari Indonesia Stock Exchange (IDX) dan OJK.

Buat kamu para pemula yang ingin mulai terjun investasi, Ajaib adalah salah satu aplikasi invest saham dan reksa dana terbaik yang bisa kamu coba.

Platform Investasi Ajaib juga memberikan Fitur Ajaib Alert untuk mengirimkan notifikasi pergerakan saham secara real-time. Juga tersedia fitur News Highlight untuk update berita saham terbaru. Selain itu, Biaya broker lebih murah hingga 50% dan sangat Mudah digunakan untuk pemula.

Namun pada aplikasi Ajaib masih tergolong registrasi dan verifikasi yang kurang maksimal, karena sering terjadinya kegagaln mendaftar dan verifikasi data.

4. TokoPedia Investasi 


Berbeda dengan daftar aplikasi sebelumnya, Tokopedia Investasi sendiri adalah fitur layanan investasi reksa dana yang disediakan di aplikasi Tokopedia. Bukan hanya mudah dioperasikan, modal awal yang ditawarkan oleh Tokopedia Investasi juga cukup bersahabat untuk para pemula yang masih ragu berinvestasi, yaitu mulai dari Rp10.000 saja. Namun pada Platform ini masih tergolong sedikit untuk jenis produk investasinya. 

Dalam menghadirkan layanan ini, Tokopedia bekerja sama dengan Syailendra Capital sebagai Manajer Investasi (MI) dan Bareksa sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berpengalaman. Jadi, nggak usah khawatir, ya!


Kalau anda pilih yang mana ? Yuk Ber-Investasi
PERBEDAAN INVESTASI JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG

PERBEDAAN INVESTASI JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG

Mengenal Investasi Bejangka Pendek & Panjang

Saat anda memulai investasi tentunya anda merencanakan tujuan investasi anda sebgai tolak ukur return dari investasi anda. Instrument aplikasi berjang pendek atau panjang yang akan di gunakan semua tergantung dari tujuan para investor masing - masing. Apabila tujuan dengan prospek instrument investasi tidak cocok menyebabkan terjadinya kegagaln dalam ber-investasi, oleh sebeb itu perlunya anda mengenal instrument investasi berjangka dalam Investasi ini. Anda perlu mengetahui terutama pada resiko pada setiap instrument aplikasi, mengenal investasi jangka pendek maupun jangka panjang, kekurangan, serta kelebihan pada instrument investasi.


Investasi Jangka Pendak & Jangka Panjang

Investasi jangka pendek adalah salah satu jenis investasi yang dimana memiliki tenor atau jangka waktu yang pendek, yaitu 3 sampai 12 saja. Singkatnya, investasi jangka pendek ini adalah investasi yang digunakan untuk mengamankan dana para investor yang dimana tidak untuk mengambil keuntungan yang terlalu tinggi, dan tentunya minim resiko, atau bahkan tanpa resiko.

Sedangkan Investasi Jangka Panjang adalah sebuah instrument aplikasi yang memiliki jangka waktu diatas 5 tahun. Singkatnya investasi jangka panjang ini digunakan untuk mengumpulkan dana dengan bertujuan menabung, untuk kesenjangan di hari tua, untuk persiapan hari tua, dan hal - hal lainnya yang notabenya digunakan untuk masa mendatang. Pada Umum nya, investasi jangka panjang ini juga disebut sebagai penanaman aset dengan tenor waktu hingga 10 tahun. 

Dari penjelasan tersebut, dapat bedakan bahwa instrument investasi berjangka pendek dan panjang memiliki perbedaan signifikan terutama dalam waktu berjangka menanam modal. Selain peberdaan  resiko yang di miliki oleh kedua instrument investasi tersebut, Investasi jangka panjang dan jangka pendek memiliki fungsi terhadap tujuan investor yang berbeda.  sehingga para investor dapat menentukan instrument investasi panjang atau pendek saat memulai ber-Investasi.

Resiko

Setiap Instrument Investasi, pasti memiliki resiko tersendiri , oleh sebab itu para investor biasanya menyesuaikan dengan kesehatan keuangan mereka, sebagai modal investasi mereka. Dengan demikian, para investor dapat menyiapkan modal yang tepat, untuk menghadapi resiko instrument investasi yang akan dipilih. Pemahaman dan mengenal resko Investasi ini sangatlah penting, untuk kesuksesan anda dalam ber investasi. 


1. Resiko Investasi Jangka Pendek

Resiko yang dimiliki oleh setiap isntrumen investasi berbeda, baik itu dari segi jangka waktu, tujuan, dan resiko. perbedaan ini juga memiliki dan kekurangan tersendiri bagi setiap instrument investasi
Instrument Investasi Jangka pendek memiliki resiko yang relatif rendah, bahkan bisa disebut tanpa resiko, ini dikarenakan investasi jangka pendek memiliki waktu yang singkat dan memiliki flesibilitas dalam bertransaksi. 

2. Resiko Investasi Jangka Panjang

Sedangkan  investasi Jangka panjang memiliki resiko yang cukup tinggi, resiko ini dapat terjadi sewaktu - waktu tanpa kita ketahui dan di prediksi kedepannya. Resiko ini disebabkan oleh terjadinya inflasi didunia ini. Naik turunnya pasar modal juga dapat mempengaruhi besar kecilnya resiko dari investasi berjangka panjang ini. 

Kelebihan dan Kekurangan Instrument Investasi Jangka Pendek & Panjang

Dari penjelasan resiko investasi di atas, setiap instrumen investasi juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Pada investasi berjangka pendek dia memiliki kelebihan yaitu dimana tenor waktu yang tawarkan begitu singkat dan cepat, sehingga anda bisa menikmati hasil investasi anda dengan waktu yang singkat, namun dari sisi lain, investasi jangka pendek memiliki kekurangan yaitu memiliki return atau imbal hasil investasi yang sangat sedikit, bahkan bisa dibilang no-return. berbeda dengan investasi jangka panjang, Meskipun memiliki jangka waktu panjang dan kurang nya fleksibilitas dalam menarik hasil investasi sebelum waktunya, serta memiliki resiko yang jauh lebih besar dibandingkan dengan investasi jangka pendek, Investasi jangka panjang memiliki return yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 100% dari modal investasi anda, ini artinya, ivenstasi jangka panjang memiliki sifat High Risk - High Return, yaitu dimana kondisi instument investasi memiliki resiko yang besar, namun memiliki imbal hasil atau return yang besar pula.

Semoga bermanfaat .

Yuk Berinvestasi, Kalau Anda yang mana ??

Kamis, 25 November 2021

MENGENAL INVESTASI JANGKA PENDEK - PENGERTIAN, RESIKO, KELEBIHAN, KEKURANGAN, DAN PRODUK INVESTASINYA

MENGENAL INVESTASI JANGKA PENDEK - PENGERTIAN, RESIKO, KELEBIHAN, KEKURANGAN, DAN PRODUK INVESTASINYA

Mengenal Investasi Jangka Pendek


Investasi jangka pendek merupakan salah satu investasi yang sangat digemari oleh investor, terutama bagi investor muda dan pemula. Investor jangka pendek merupakan salah satu jenis investasi yang dimana memiliki jangka waktu yang singkat yaitu 3 sampai 12 bulan saja, selain itu investasi ini juga memiliki resiko yang rendah, bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutnya tanpa resiko, inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Jenis Investasi Jangka Pendek ini menjadi salah satu favorit bagi para investor , terutama investor pemula.

Pengertian

Investasi jangka pendek adalah salah satu jenis investasi yang dimana memiliki tenor atau jangka waktu yang pendek, yaitu 3 sampai 12 saja. Singkatnya, investasi jangka pendek ini adalah investasi yang digunakan untuk mengamankan dana para investor yang dimana tidak untuk mengambil keuntungan yang terlalu tinggi, dan tentunya minim resiko, atau bahkan tanpa resiko.

Investasi jangka pendek ini menjadi salah satu pilihan investasi favorit bagi investor muda dan pemula. karena investasi model jangka pendek ini tidak terlalu ber-resiko. Sebagai salah satu contoh, investasi jangka pendek yaitu investasi untuk persiapan menikah atau membayar dp rumah beberapa bulan ke-depan. Dengan menanam modal investasi berjangka pendek, uang tabungan yang anda investasikan akan lebih aman dari pengeluaran keseharian anda.

Investasi jangka pendek juga memiliki sifat fleksibel, apa itu artinya ? Artinya, jenis investasi jangka pendek ini bisa bertransaksi kapan saja, dan tidak ada tenor atau batasan waktu kapan saat anda mengambil atau tarik tunai tabungan investasi.

Resiko Investasi Jangka Pendek

Melansir penjelasan diatas, dengan ciri dan sifat investasi jangka pendek yang fleksibel dan tidak memiliki return yang begitu tinggi, Investasi Jangka Pendek  memiliki resiko yang rendah, bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutnya tanpa resiko. Investasi Jangka Pendek biasanay digunakan sebagai investasi yang bersifat sementara, yang dimana hanya untuk mengamankan dana para investor, dan tidak untuk menambah dana investor, mengapa demikian? Ini dikarenakan investasi berjangka pendek tidak memiliki return per-tahun yang tidak begitu tinggi, sehingga pertumbuhan dan pengembangan dana investasi anda akan begitu lama, bahkan tanpa adanya return disetiap tahunnya.

Kelebihan Investasi Jangka Pendek

Investasi Jangka Pendek memiliki keunggulan tersendiri bagi para investor. Salah satunya yaitu minimnya resiko terhadap inflasi dan harga pasar, sehingga meskipun dalam arti kondisi inflasi didunia sedang mengalami penurunan, nilai tabungan anda akan tetap sama dan tidak bisa berkurang.

Selain memiliki Resiko yang rendah, Investasi Jangka Pendek juga memiliki sifat fleksibeilitas, yang dimana anda bisa menarik dana investasi kapanpun dan dalam waktu yang singkat. Biasanya Investasi Jangka Pendek ini memilik jangka waktu 3 sampai 12 saja. Apabila investasi jangka panjang menwarkan return yang menggiurkan, disisi lain Investasi jangka pendek dapat dijadikan jaminan saat kita membutuhkan dana mendadak, atau emergency.

Dari kelebihan itulah para investor, terutama investor pemula, lebih memilih jenis investasi yang berjangka pendek, dengan meminimalisir resiko kerugian bagi investor.

Kekurangan Investasi Jangka Pendek

Selain memiliki kelebihan, Investasi Berjangka Pendek memiliki kelemahan atau kekurangan. Kekurangan dari Investasi Jangka Pendek ini adalah minimnya return, atau imbal hasil dan atau laba dari investasi. mengapa demikian ? ini dikarenakan Investasi Jangka Pendek memiliki resiko kerugian yang rendah, sehingga pendapatan atau hasil yang diperolah pu juga sangat minim apabila dibandingkan dengan investasi jangka panjang.

Singkatnya, Investasi Jangka Pendek ini tidak cocok untuk anda yang ingin berinvestasi untuk keseiapa dan kesenjangan dimasa mendatang. itu artinya, sangatlah tidak efisien apabila anda ber-investasi jangka pendek untuk tujuan investasi jangka panjang.

Selain memiliki return yang rendah, Kekurangan investasi jangka pendek ini adalah, memiliki pasar yang fluktuatif,artinya berubah - ubah dari waktu ke waktu. Secara khusus, nilai fluktuatif ini tidak menjadi masalah bagi Jenis Investasi Jangka Pendek, namun berinvestasi dengan jangka pendek tanpa mengawasi dengan perhatian khusus dapat mempengaruhi dalam memperkuat dan memperlemah kondisi keuangan investor.

Instrument Produk Investasi Jangka Pendek.

Sebagai Investasi jangka pendek yang hadir dengan sifat yang sementara, beberapa instrument investasi memberikan penawaran terbaiknya. Instrument investasi ini juga sangat berpengaruh penting terhadap modal investasi anda. Sebagai Investor pemula anda wajib mengetahui instrument investasi Jangka Pendek. Berikut 3 jenis investasi Jangka Pendek yang wajib anda ketahui.

1. Reksadana

Reksadana merupakan salah satu jenis instrumen investasi jangka pendek yang dalam beberapa tahun ke belakang sedang populer digunakan. Reksadana sendiri adalah sebuah produk investasi dalam bentuk kumpulan dana yang dikelola sebagai modal investasi untuk dikonversikan ke dalam berbagai jenis produk, seperti saham, obligasi, serta produk keuangan dan investasi lainnya. Dana yang terkumpul tersebut dikelola oleh manajer investasi, sebuah manajemen atau lembaga profesional yang bertugas untuk mengelola kegiatan investasi Anda. Namun jika Anda berkenan untuk melakukan investasi, reksadana pasar uang jadi salah satu jenis yang cocok untuk investasi jangka pendek

2. Deposito

Selain reksadana, instrumen investasi jangka pendek yang cukup dikenal oleh masyarakat secara luas adalah deposito. Secara mendasar, deposito ini memiliki fungsi yang sama dengan tabungan, sebagai sarana penyimpanan dana. Di saat Anda ingin menyimpan dana di deposito, Anda bisa memilih tenor atau jangka waktu yang perlu Anda setujui untuk bisa mengambil kembali modal investasi dan keuntungan yang akan didapatkan dari program deposito tersebut.

3. Obligasi 

Obligasi juga jadi pilihan yang baik sebagai instrumen investasi jangka pendek yang bisa Anda pilih. Obligasi adalah surat pernyataan utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi. Namun instrumen investasi ini juga bisa diterbitkan oleh badan usaha perseorangan. Di dalam obligasi yang diterbitkan, biasanya tercantum pernyataan bahwa setiap pembeliannya memiliki bunga yang akan berkembang dan memberi keuntungan bagi pemiliknya dalam jangka waktu tertentu. Obligasi umumnya memiliki waktu jatuh tempo mulai dari 1 tahun hingga 10 tahun. Pemegang investasi obligasi akan diberikan tanda kepemilikan berupa kupon ataupun bunga.

Jika anda sudah mulai tertarik dengan Investasi, pelajarilan instrument - instrument investasi yang akan anda jadikan Manager Investasi. Sehingga anda dapat memperhitungkan dan menganalisa laba dan rugi dari investasi anda. Anda pilih yang mana ?

3 JENIS INVESTASI YANG WAJIB ANDA KETAHUI

3 JENIS INVESTASI YANG WAJIB ANDA KETAHUI


Investasi sudah marak dikalangan penduduk didunia ini. Beragam jenis instrument investasi yang ada, menjadi pilihan favorit bagi setiap investor. Investasi ini suatu hal yang tidak sulit dilakukan namun apabila anda salah dalam merencanakan Investasi akan menjadi sebuah kegagalan.

Meskipun pada saat ini perbandingan penduduk Indonesia dengan negara lain pada dunia Investasi masih tertinggal. Kurangnya wawasan akan dunia Investasi merupakan salah satu penyebab faktor utamanya. Dalam ber-Investasi, selain dapat menambah pundi - pundi kekayaan, dengan Investasi juga dapat melindungi nilai keuangan anda dari segala bentuk gejolak perekonomian dan inflasi didunia ini. 

Pada saat ini, sudah banyak instrumen investasi yang memudahkan para investor untuk melakukan transaksi, namun dengan demikian perlu anda pahami, bahwa investasi ini adalah sebuah cara atau bisa disebut sebagai peluang bagi anda yang inign mempersiapkan kesejahteraan dimasa mendatang. Mendasari gagasan tersebut Investasi ini memliki jenis - jenis tersendiri, yang bisa anda pilih sesuai dengan tujuan utama anda dalam ber-Investasi. Selain dengan meninjau resiko dalam berinvestasi, dan menentukan tujuan anda dalam ber-investasi, yang perlu anda lakukan adalan mempertimbangkan jangka waktu Investasi

Berdasarkan gagasan tersebut, ada tiga jenis instrumen investasi, yaitu Investasi Jangka Pende, Investasi Jangka Menegah, dan Investasi Jangka Panjang.

Investasi Jangka Pendek

Dilihat dari nama instrument investasinya, Investasi jangka pendek adalah sebuah investasi yang dimana tenor tanam modal hanya dalam jangka waktu 3 sampai 12 bulan saja. Singkatnya, investasi jangka pendek ini adalah sebuah investasi yang sifatnya sementara, dan yang pada umumnya investasi jangka pendek ini mudah ditarik pada jangka waktu yang singkat saja.

Jenis investasi ini biasanya dilakukan oleh investor yang bertujuan untuk mengamankan keuangan saja, tidak untuk mendapatkan imbal hasil secara deviden dari hasil investasi jangka pendek. Namun ada beberapa investor yang memanfaatkan Investasi jangka pendek sebagai menanam modal dengan memanfaatkan naik turunnya suku bunga yang berubah dari waktu ke waktu. Dengan demikian Investasi jangka pendek ini menjadi salah satu strategi tersendiri bagi para investor untuk menambah nilai investasinya.

Adapun produk investasi berjangka pendek adalah, seperti Deposito, Reksa Dana, dan Peer to Peer Landing.

Investasi Jangka Menengah

Investasi jangka menengah merupakan Investasi yang dimana tenor waktu antara 1 sampai 5 tathun. Investasi jangka menengah ini sangat cocok untuk anda yang memeliki tujuan ingin melanjutkan sebuah pendidikan, untuk membeli rumah, kebutuhan pernikahan dan semacamnya.

Investasi jangka menengah memiliki kelebihan tersendiri dibanding dengan investasi jangka pendek, yang dimana imbal hasil akan lebih maksimal ketimbang investasi jangka pendek. Namun dengan demikian, resiko yang dimiliki oleh jangka menengah ini juga lebih besar dari investasi jangka pendek, yaitu pada waktu, dimana jangka waktu pada investasi jangka menegah lebih panjang dari pada investasi jangka pendek, ini berarti semakin besar munculnya resiko yang tidak bisa anda ketahui dimasa mendatang. meskipun demikian, invetasi jangka menegah ini menjadi salah satu jenis investasi yang favorit dikalanagan investor pemula, dan investor muda. 

Jadi, perlu diperhatikan, bahwasannya, semakin kecil resiko dalam investasi, sebanding dengan imbal hasil yang didapat, begitupun dalam investasi yang memiliki resiko yang cukup tinggi, akan sebanding dengan imbal hasil yang di peroleh.

Investasi jangka panjang

Investasi Jangka Panjang merupakan Investasi yang diimplementasikan dalam jangka waktu diatas 5 tahun. Jenis investasi jangka panjang ini sangat banyak manfaatnya bagi anda sebagi Investor yang ingin mempersiapkan kesejahteraan dimasa mendatang. Meskipun investasi jangka panjang memilik resiko yang lebih besar dari dua jenis investasi lainnya, yaitu investasi jangka pendek dan jangka menengah, return atau imbal hasil yang anda dapatkkan juga semakin besar.

Biasanya, investor memilih investasi jangka panjang ini untuk mempersiapkan haritua, masa pensiun, dan tunjuangan hari tua. Anda dapat menempatkan dana anda kedalam instrument investasi yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, seperti Emas, Saham, Obligasi, dan Reksadana Saham

Meskipun memiliki sifat resiko tingi (High Risk) Investasi jangka panjang juga memiliki kelebihan yaitu semakin tinggi imbal hasil yang di dapatkan (High Return) . Ini dikarenakan investasi jangka panjang mengikuti harga pergerakan pasar, seperti Emas yang memiliki nilai yang sangat fluktuatif dari waktu ke waktu.


Demikian Penjelasan singkat mengenai 3 Jenis Investasi . Semoga bermanfaat.

Anda pilih yang mana ?

Senin, 22 November 2021

4 Strategi Sebelum Memulai Investasi Bagi Pemula

4 Strategi Sebelum Memulai Investasi Bagi Pemula

Investasi merupakan hal sudah tidak asing lagi bagi masyarakat didunia ini, bahkan hampir setiap harinya angka pertumbuhan investor di Indonesia semakin bertambah, itu artinya investasi ini bisa memberi keuntungan bagi setiap investor. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal sudah mencapai angka 6,43 juta Investor per akhir september 2021 silam. Hal ini membuktikan bahwa pasar modal dinegara Indonesia sudah mulai mengelami pertumbuhan.

Dengan berinvestasi, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, juga dapat memberi imbal hasil yang baik bagi para investor. Bagi anda yang ingin memulai investasi, anda perlu memahami strategi ber-Investasi, sehingga anda bisa menikmati keuntungan dari investasi ini. Kebanyakan para investor pemula mereka hanya memikirkan keuntungan dari investasi ini tanpa memikirkan resiko pada produk investasi, oleh karena itu bagi anda yang baru atau akan memulai investasi rencanakan dan fikirkan terlebih dahulu planing investasi anda. lantas, Strategi apa yang harus dipersiapakan sebelum memulai investasi ini? Simak artikel penjelasan berikut ini. 

Strategi Memulai Investasi

Ketika anda sudah memiliki pekerjaan, dan sudah mendapatkan penghasilan tentunya anda tidak menghabiskan keseluruhan hasil pendapatan anda, dan sebegaian dari hasil pendapatan anda simpan untuk di tabung atau bahkan ingin di Investasikan. Namun perlu anda ketahui untuk memulai investasi sangatlah diperlukan perencanaan yang matang sehingga dimasa mendatang imbal hasil investasi ini dapat anda nikmati ketika sudah sesuai target investasi anda. Berikut adalah strategi dalam memulai investasi.

1. Management Pendapatan Bulanan Sebagai Modal Investasi

Pertama - tama yang harus anda siapkan sebelum memulai investasi adalah modal investasi. Modal investasi ini adalah jumlah mata uang yang anda miliki untuk membeli produk investasi. Untuk membeli produk investasi ini anda memerlukan modal untuk memiliki sebuah produk investasi. Ketika anda sudah memeliki pendapatan tetap setiap bulan, minggu, atau bahkan perharinya, sisakan beberapa persen untuk membeli produk investasi sepeti, Saham, Deposito, Obligasi, Pasar Uang, Emas (Brankas LM), Tanah, Rumah dan atau produk Investasi lainnya. Contoh, apabila anda bekerja dan sudah mendapatkan penghasilan tetap per-bulanya mendapatkan gaji sebesar Rp. 4.800.000,- ambil sekitar 15% - 20% dari penghasilan anda tiap bulannya, lalu 85% - 80% dari gaji anda, dapat anda gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, atau anda gunakan untuk hal yang bermanfaat lainnya. dengan  melakukan investasi rutin ditiap bulannya, selama anda mendapatkan gaji atau pendapatan bulanan, maka ketika anda pensiun anda sudah mempersiapkan tabungan untuk hari tua anda yang lebih siap.

2. Tujuan Utama Investasi

Setelah anda memiliki perencanaan modal untuk ber-Investasi, langkah selanjutnya yang perlu anda fikirkan adalah Tujuan Utama dari Investasi anda. Dengan memiliki tujuan ber-investasi, anda bisa lebih bersemngata dan rutin dalam ber-investasi. Misal, ketika anda masih berusia 20 th anda akan memulai investasi untuk 5-7 tahun kedepan, yang akan digunakan untuk modal menikah, membeli rumah, atau yang lainnya. Setelah 5-7 tahun anda melakukan transaksi Investasi ditiap bulannya, anda dapat mengambil hasil investasi anda untuk Tujuan Utama Investasi yang sudah anda rencanakan. Dengan adanya tujuan tersebut keuangan anda akan lebih tertata, dan presentase serta stabilitas investasi anda akan ter-maintain tiap bulannya. Kebanyakan para investor pemula, mengartikan investasi ini adalah sebagai jalan keluar saat kehabisan dana atau uang, sehingga tabungan investasi yang terkumpul seperti yang sudah direncanakan sebelumnya tidak menghasilkan apa-apa dan ini adalah salah satu faktor utama anda gagal dalam ber-investasi. Jadi bagi para pemula fikirkan matang - matang tujuan dan modal untuk melakukan investasi karena ini adalah faktor utama yang perlu anda siapkan, jangan sampai anda gagal ber-investasi karena salah memangement keuangan anda sendiri, yang berdampak berkurangnya nilai investasi anda.

3. Memilih Produk Investasi Sebagai Tolak Ukur Keuntungan dan Kerugian


Strategi yang ketiga adalah dengan Memilih Produk Investasi. Ketika anda memulai investasi pastikan anda sudah mengerti tentang apa itu Produk dan Jenis Investasi. Ketika anda sudah mempersiapkan matang - matang mulai dari modal dengan tujuan investasi anda, mulailah memimlih dan memilah produk investasi yang relevan dengan tujuan investasi anda, yang dimana memiliki resiko pada masing - masing Produk Investasi . Produk Investasi ini beragam produk, seperti Saham, Deposito, Reksa Dana, Obligasi, Emas (Brankas LM), Properti, Crypto dan semacamnya. Ketika anda sudah memilki tujuan utama dalam ber-investasi, produk apa yang cocok dan sangat relevan hasilnya saat anda menuai hasil investasi nya. Sebagai contoh anda ingin meng-investasikan sebagian dari pendapatan anda untuk membeli rumah idaman anda, dari berbagai macam produk investasi, produk yang relevan dan sangat cocok untuk tujuan anda adalah dengan ber-investasi Reksa Dana atau Deposito bahkan, anda juga dapat Menabung Investasi Emas untuk mewujudkan tujuan utama anda. Dari contoh tersebut dapat diartikan, dengan adanya anda menabung Investasi dengan produk yang sudah di sebutkan, adalah produk investasi dengan minim Resiko bahkan bisa di bilang tanpa resiko, ini sangat cocok untuk anda yang ingin menabung dengan tujuan membeli Rumah idaman anda. 

4. Platform Terpercaya dan Legalitas Keabsahan Berdasarkan Hukum


Selanjutnya yaitu memilih Platform Investasi Terpercaya dimana anda dapat melakukan transaksi dengan aman. Pada saat anda melakukan transaksi jual atau beli produk investasi yang perlu anda perhatikan adalah keabsahan legalitas dari platform tersebut, yang dimana platform sudah memiliki sertifikat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Badan Pengawasan Perdagangan Berjangaka Komiditi (BAPPEBTI) sehingga transaksi jual dan beli produk investasi lebih aman. Selanjutnya yang Perlu Anda Ketahui jangan terlalu tergiur dengan tawaran pihak asing atau platform yang menawarkan keuntungan yang sangat tinggi, karena notabe dari Investasi ini adalah soal waktu, dimana anda melakukan Investasi untuk jangka panjang, seperti kejadian yang sudah banyak terjadi banyak investor pemula yang ingin memiliki penghasilan atau Pasive Income maupun Return yang tinggi yang dijadikan korban penipuan Investasi, atau Investasi Bodong. Bagi para pemula Platform Terpercaya yang banyak digunakan adalah Bibit, Bareksa, Stockbit, Pluang, Tamasia, dan RTI Bussines. 

Demikian informasi Strategi Sebelum Memulai Investasi Bagi Pemula. Semoga bermanfaat. Yukk Ber-Investasi

Minggu, 21 November 2021

Jenis - Jenis Produk Investasi Yang Wajib Anda Ketahui

Jenis - Jenis Produk Investasi Yang Wajib Anda Ketahui

Jenis - jenis investasi yang perlu kamu ketahui. Investasi sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi kita semua, namun tidak semua orang mengerti tentang investasi. untuk anda yang ingin melakukan investasi, anda harus mengerti dan memahami investasi , seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya yaitu, Pengertian dan Mengenal Apa itu Investasi

Setelah anda memahami dan selangkah lebih mengenal investasi, anda harus memikirkan dan mengetahui rencana investasi anda, dalam arti anda merencanakan Investasi dalam bentuk apa, sehingga hasil investasi anda dapat anda nikmati sesuai target investasi anda. Pada artikel ini akan dijelaskan jenis-jenis Investasi yang perlu anda ketahui sebelum memulai investasi.

Jenis - jenis Produk Investasi

1. Deposito

Depostio merupakan sebuah jenis simpanan berjangka yang disediakan oleh perbankan yang tentunya bisa dimanfaat oleh setiap nasabahnya. Menurut OJK, Deposito merupakan jenis simpanan yang dapat dicairkan dengan waktu tertentu. Pada intinya, deposito ini adalah sebuah simpanan yang disediakan oleh perbankan dengan bunga tertentu, dan jangka waktu tertentu. 

2. Saham

Saham merupakan surat atau sebuah bukti yang mewakili kepemilikan bagian modal dari sebuah perusahaan. Seseorang yang telah membeli dan memiliki saham pada sebuah perusahaan, maka dia berhak mendapatkan hasil keuntungan aset dari perushaan tersebut. Pemilik saham juga berhak mendapatkan pembagian keuntungan aset, atau biasa disebut deviden sesuai dengan saham yang dimilikinya, dan pembagian ini telah disesuaikan dengan perhitungan dalam anggaran dasar perusahaan.

3. Obligasi

Obligasi merupakan sebuah surat hutang jangka panjang yang telah diterbitkan oleh Pemerintah dan atau perusahaan dengan nominal dan waktu jatuh tempo tertentu. Biasanya, obligasi ditemui pada persuhaan yang mengakomodasi jasa peminjaman modal. Sama seperti dengan saham, kita memiliki hak deviden dari hasil keuntungan Obligasi ini, namun yang membedakan dengan saham adalah resiko. Dimana resiko Obligasi lebih rendah ketimbang dengan resiko pada saham, bahkan pemerintah menyebutnya tanpa resiko. dan apabila kita bandingkan dengan Investasi Deposito, Obligasi memiliki ruang lebih besar untuk memperoleh keuntungan karena bunga per-tahun nya lebih tinggi ketimbang Investasi pada Deposito, namun kembali lagi pada resiko yang ditawarkan, Obligasi memiliki resiko leih besar dari deposito perbankan. 

4. Reksa Dana

Reksa Dana merupakan sebuah instrumen untuk memberikan wadah yang berfungsi untuk menghimpun atau mengumpulkan dan masyarakat dan dikelola oleh manager investasi dengan menginvestasikan dana tersebut dalam surat berharga, yakni Saham, Obligasi, dan Instrumen Pasar Uang (Money Market).

5. Emas

Emas merupakan Brankas Logam Mulia. Kebanyakan orang melakukan investasi emas ini untuk jenjang kedepan atau biasa disebut tunjangan hari tua, itu artinya investasi emas ini adalah sebuah investasi yang tentunya dengan jangka waktu panjang. Kebanyakan investor pemula salah strategi dan memahami kinerja dari investasi emas ini dan alhasil mengalami kerugian pada saat sale atau jual emas. Selain itu investasi emas anda bisa menjaga dan mengembangkan keuangan anda dimasa mendatang, dengan resiko yang relatif rendah. Adapun resiko dari investasi emas logam mulia ini adalah pada inflasi.

6. Properti

Investasi Properti merupakan investasi yang tidak asing lagi bagi semua orang. Investasi Properti ini memiliki peluang yang lebih besar dan sangat minim resiko. Lalu, apa itu investasi Properti? yaa, betul, dimana para investor mengumpulkan dana dengan maksut membeli suatu properti, seperti rumah, tanah, ruko, dll, dengan maksut demikian harga beli properti dimasa mendatang akan lebih tinggi dibanding dengan harga beli pada saat investor melakukan pembelian. Contoh, pada hari ini anda membeli sebuah properti dalam bentuk Tanah atau rumah, selama anda membeli dan memiliki hak properti tersebut, anda berhak menjual dan dan mengelola properti tersebut, dan apabila anda ingin menjual properti pada masa mendatang tentunya anda akan lebih banyak mendapatkan keuntungan, misalkan anda membeli tanah pada hari ini dengan harga Rp. 85.0000.000, lalu 5-10 tahun kedepan anda menjual tanah tersebut dengan harga yang lebih tinggi, yaitu Rp. 150.000.000 . Dengan begitu anda memiliki keuntungan yang cukup tinggi dari investasi properti. 

7. Peer to Peer Landing

Jenis investasi peer to peer lending tergolong masih cukup baru di Indonesia. Meski demikian, popularitasnya terus melejit seiring dengan kejelasan hukum dan kemudahan yang ditawarkannya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan fintech lending yang menjalankan model bisnis ini. Jumlah uang yang berputar dalam investasi peer to peer lending juga terus tumbuh.

Dalam peer to peer lending, pada dasarnya Anda meminjamkan sejumlah uang kepada pihak yang membutuhkan, baik itu individu ataupun badan usaha. Sama seperti pinjaman dari bank, return jenis investasi ini berasal dari bunga pinjaman yang telah disepakati bersama.

Suku bunga peer to peer lending ini terbilang cukup menarik. Banyak fintech lending yang menawarkan suku bunga pinjaman mencapai 18% per tahunnya. Selain itu, Anda juga bisa mulai berinvestasi peer to peer lending mulai dari Rp 100.000 saja.

Investasi merupakan cara terbaik untuk melindungi kekayaan sekaligus meningkatkan jumlahnya. Namun sebelum mulai berinvestasi, Anda harus menentukan tujuan dari investasi itu sendiri dan memahami profil risiko Anda. Dari kedua informasi itulah, Anda bisa menentukan jangka waktu dan jenis investasi yang sebaiknya dipilih.

Demikian informasi mengenai Jenis - Jenis Investasi yang menjadi pembicaraan panas di Indonesia. Yuk Berinvestasi !

Minggu, 24 Oktober 2021

Pengertian Investasi

Pengertian Investasi

MENGENAL APA ITU INVESTASI

Pada era saat ini, semakin berkembang zaman semakin mudah untuk kita untuk mengakses semua konsep keuangan, termasuk dalam ber-Investasi . Investasi merupakan sebuah konsep menabung dengan dasar penanaman modal. seperti yang dikutip pada ojk Investasi adalah penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan. 

Investasi sudah marak dan tidak asing lagi bagi semua orang dan ada beberapa macam investasi seperti, Saham, Deposito, Obligasi, ReksaDana Pasar Uang, dan Logam Mulia (EMAS), Menabung. Semua Investasi mempunyai kelemahan dan kelebihan pada setiap jenis investasi, jadi setiap perorangan atau perusahaan yang berinvestasi atau biasa disebut investor, akan memilih jenis Produk Investasi yang tepat, agar dalam jangak panjang / pendek dapat menghasilkan keuntungan.

Pelaku Investasi atau investor bisa dilakukan diri sendiri atau juga perisahaan dan atau badan usaha, dengan tujuan mengembangkan hasil Investasi secara maksimal dimasa mendatang. singkatnya, Pengertian Invesati adalah Pengumpulan dana atau aset agar mendapat keuntungan dimasa mendatang. 

Adapaun dari tujuan Investasi ini bermacam - macam, sesuai keinginan para investor, dengan berdasarkan target keuntungan masing - masing investor, seperti penanaman modal usaha, tabungan hari tua, tabungan pembangunan rumah dll.

Bagi rekan - rekan yang ingin berinvestasi pastikan terlebih dahulu untuk jangka waktu investasi. karena padasarnya Investasi ini adalah soal waktu, gimana kita memanajemen keuangan dengan tenor resiko dan waktu yang kita punya. contohnya pada kasus ini, jenis investasi dibagi menjadi dua, yaitu jangka panjang dan jangka pendek, yang dimana pada masing - masing jenis investasi ini memiliki resiko tersendiri, jadi apabila rekan - rekan ingin berinvestasi tentunya anda harus bisa memanjemen keuangan dengan jangka panjang atau pendeknya waktu investasi.
Baca Juga :

MANFAAT DAN KEUNTUNGAN INVESTASI

Dari penjelasan diatas, Investasi memiliki kelebihan tersendiri bagi setiap Investor, dan banyak sekali manfaat dan keuntungan yang diperoleh setiap investor. Contoh manfaat dan keuntungan ber-Investasi yaitu 

Inflasi

Menjahui kemungkinan terjadinya Inflasi, karena ini dapat terjadi sewaktu - waktu tanpa kita tau dimasa yang akan datang. Kondisi ini berdampak padaat menurunnya mata uang, sehingga invesatsi pun menjadi dampak inflasi ini. Dengan Ber-Investasi anda dapat memangement keuangan anda pada masa mendatang.

Menjadi Penghasilan / Pasive Income

Yang pasti, dengan ber-investasi penghasilan anda akan bertambah pada setiap tahunnya, dengan begini, anda bisa mempersiapkan keuangan dimasa mendatang dengan pasive income yang diperoleh dari investasi ini.

Persiapan Hari Tua

Membahas investasi, tentu saja sangat bermanfaat bagi anda saat ingin mempersiapkan tabungan untuk masa tua anda. Ketika anda memulai investasi saat usia muda, dan pada saat hari tua atau saat pensiun anda bisa mendapatkan keuntungan dari investasi anda, dengan seperti ini, dimasa tua atau masa pensiun anda akan lebih siap.

Emergency Mode 

Emergency Mode atau bisa disebut dengan keaadaan mendesak atau darurat, anda dapat memanfaatkan Investasi anda sebagai jalan keluar, dimana dalam konteks kebutuhan mendesak adalah kebutuhan yang benar benar emergency, contoh seperti biaya kecelkaan, ganti rugi, dll. yang tentunya tidak dapat di prediksi kapan terjadinya keadaan darurat ini. 

Demikian penjelasan dan Pengertian Investasi semoga bermanfaat .