Belajar Bersama Sidungu

Senin, 29 November 2021

MENGENAL LEBIH DEKAT REKSA DANA - PENGERTIAN REKSADANA, JENIS-JENIS REKSADANA & KELEBIHAN-KEKURANGAN REKSADANA

MENGENAL LEBIH DEKAT REKSA DANA - PENGERTIAN REKSADANA, JENIS-JENIS REKSADANA & KELEBIHAN-KEKURANGAN REKSADANA

REKSA DANA



Mengutip dari judul diatas, Reksa Dana sudah tidak asing lagi di telinga kita. Reksa Dana adalah sebuah tindakan untuk mengumpulkan dana, biasanya dilakukan oleh pemodal yang tidak terlalu mempunyai waktu untuk memikirkan dan memantau resikonya. Reksa Dana juga merupakan suatu himpunan atau instrument untuk mengumpulkan dana masyarakat yang akan dikelola oleh manager investasi yang akan diinvestasikan kedalam surat berharga, seperti Saham, Obligasi, Maupun Pasar Uang (money market).

Pada istilah umumnya, reksadana dapat diartikan sebagai wadah, atau tempat untuk menghimpun modal dari msyarakat sebagai pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia

Jadi istilahnya, kumpulan dana yang terkumpul pada Reksadana adalah dana bersama dari masyarakat, Sedangkan manager investasi adalah pihak yang dipercaya dimana untuk mengelola dana tersebut.

Jenis - Jenis Reksadana

Secara umum, ada beberapa jenis instrument reksadana yang perlu anda ketahui, yaitu reksadan pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Keempat jenis reksadana tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing. Simak penjelasan berikut.

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadan pasar uang adalah suatu jenis reksadana yang dimana hadir untuk menginvestasikan himpunan dana pada jenis instrument pasar uang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Ada beberapa bentuk jenis instrument pasar uang yaitu Deposito Berjangka (Time Deposit), Sertifikat Deposito (Deposit Certificate), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Serta jenis instrument pasar uang lainnya.

Dengan hadirnya investasi reksadana pasar uang, yang memberikan tingkat kembalian yang stabil dan minim dari resiko, reksadana pasar uang juga menjaga dari likuiditas dan pemeliharaan modalnya. Namin dengan resiko yang minim, return yang didapatkan juga relatif rendah.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap atau bisa disebut Fixed Income Fund adalah suatu investasi yang dimana menetapkan alokasi investasi kedalam Obligasi dengan minimum investasi 80%. 

Dengan alokasi investasi yang cukup besar, Reksadana pendapatan tetap memiliki return yang cukup tinggi, hingga 10% per-tahunnya. 

Dengan Return per-tahunnya yang cukup tinggi, Reksadana Pendapatan Tetap memiliki resiko yang relatif lebih besar terhadap inflasi dibandingkan dengan Reksadana Pasar Uang.

3. Reksadana Campuran

Reksadana campuran sering dikenal dengan Balance Mutual Fund . Reksadana campuran adalah suatu jenis reksadana yang mengalokasikan dana investasi kedalam portofolio yang berbeda atau bervariasi. Jadi dapat disimpulkan, Instrument apinvestasi yang digunakan dapat berbentuk Saham yang dikombinasikan dengan Obligasi.

Biasanya para investor menggunakan reksadana jenis campuran bertujuan untuk mengembangkan keuntungan dan untuk pertumbuhan harga saham.

Namun resiko yang dimiliki oleh reksadan campuran ini masih tergolong moderat atau seimbang dengan perbandingan tingkat pengembalian atau return yang relatif lebih tinggi dibandinigkan dengan reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang.

4. Reksadana Saham

Reksadana saham adalah suatu bentuk investasi yang dimana mengalokasikan dana investasi sebesar 80% kedalam bentuk saham yang memiliki efek besifat ekuitas. Efek bersifat ekuitas ini merupakan saham dari suatu perusahaan (yang biasanya merupakan saham biasa namun termasuk juga saham preferen).

Dengan berinvestasi dengan reksadana saham, dapat memeprtahankan pertumbuhan harga saham dengan efek berjangka. 

Namun, Reksadana saham memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan instrument reksadana lainnya, ini dikarenakan reksdana saham memiliki pengaruh yang cukup erat terhadap inflasi. Dengan hadir memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana lainnya, reksadana saham juga memiliki kembalian atau return yang jauh lebih tinggi dari instrument reksadana lainnya,

Kelebihan Reksadana

Reksadana hadir dengan menawarkan bebrbagai keuntungan dan juga dengan profil resiko yang berbeda. Bahkan dengan reksadana, ivestor tidak perlu membutuhkan modal besar untuk memulai investasi. 

Melalui reksadana ini, manager investasi sebagai pengelola dana terhimpun akan mengalokasikan ke dalam produk investasi seperti saham, obligasi ataupun deposito, sesuai dengan kebijakan masing-masing dari setiap Manager investasi.

Selain itu dengan berinvestasi dengan reksadana, investor tidak perlu memantau kinerja dari investasinya, ini dikarenakan sudah terdapat manager investasi yang sudah profesional dan terpercaya untuk mengelola dana investasi anda.

Kekurangan Reksadana

Reksadana hadir dengan berbagai macam pilihan instrument, yang dimana menawarkan keunggulan pada masing - masing instrument reksadana. Namun perlu anda ketahui juga perihal kekurangan dan resiko yang dimiliki reksadana, guna untuk mengetahui besar kecilnya peluang anda dalam berinvestasi di reksadana. Adapun kekuranang dan resiko yang dimiliki reksadana adalah sebagai berikut

1. Pencairan Dana Investasi Lebih lama

Dalam berbgai janis instrument aplikasi, seperti emas contoh nya, merupakan salah satu investasi yang sangat mudah dan cepat dalam mencairkan investasi, tidak perlu menunggu lama bahkan dalam hitungan menit saja anda dapat mencaikan investasi emas anda. 

Hal ini berbeda dengan reksadana, reksadana membutuhkan waktu 2-3 hari untuk dapat mencairkan dana atau return investasi anda. Ini terhitung dari permintaan investor untuk mencairkan dana hingga masuk ke rekening pengguna atau investor.

2. Resiko Wanprestasi

Selain itu, terdapat risiko wanprestasi dimana investasi reksa dana tidak bisa diambil ketika manajer investasi gagal menyiapkan dana dalam penjualan unit reksa dana. Hal ini disebabkan adanya penerbit surat berharga yang menjadi obyek investasi Reksa Dana mengalami kegagalan (default) dalam memenuhi kewajibannya.

Setidaknya, itulah beberapa keuntungan reksa dana dan kerugiannya. Anda bisa memilih produk reksadana sesuai kebutuhan anda, dengan memanagement modal anda untuk berinvestasi.

Baca Juga :

Demikian informasi mengenai Investasi Reksadana semoga bermanfaat.

Disclaimer ! Artikel ini merupakan sebuah informasi yang dimana tidak menjajikan terhadapa keuntungan dan kekurangan dalam ber investasi, semua memiliki perubahan terhadap faktor - faktor yang mempengaruhi. Dalam artikel ini juga tidak ada unsur merugikan atau mencemarkan nama baik bagi pihak siapapun. artikel ini murni untuk sumber informasi dari pengalaman penulis. Terima Kasih. 

Sabtu, 27 November 2021

4 PLATFORM INVESTASI TERPERCAYA - APLIKASI INVESTASI SAHAM TERBAIK

4 PLATFORM INVESTASI TERPERCAYA - APLIKASI INVESTASI SAHAM TERBAIK

PLATFORM TERPERCAYA UNTUK BER-INVESTASI

Saat ingin memulai investasi, bagi anda yang hadir sebagai investor pemula, yang perlu anda fikirkan adalah platform atau aplikasi saham terpercaya. Platform ini yang akan menjadi pihak ketiga untuk bertransaksi dalam investasi anda, oleh karena itu penting bagi anda untuk memilih platform investasi ini. 

Platform terbaik akan menjadi pilihan bagi setiap investor, untuk melakukan transaksi investasi, berikut ini adalah beberapa contoh platform terbaik.

1. BiBit 


Bibit salah satu aplikasi investasi terbaik di tahun 2021. Bibit juga merupakan salah satu platform investasi yang menyediakan instrument investsi All-in one. Itu artinya berbagai macam pruduk investasi seperti saham, obligasi, reksadana, dan pasar uang ada didalam 1 aplikasi tersebut. Bibit juga aplikasi Investasi terpercaya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Platform investasi Bibit memberikan tawaran yang menarik, yaitu transaki dengan berbgai macam metode, seperti Go-Pay, LinkAja, Bank Transfer, maupun di gerai Indomart atau Alfamart. Selain itu anda juga dapat ber investasi mulai dari harga Rp. 10.000 saja, murah bukan ? oleh karena itu, aplikasi bibit ini sangat cocok untuk investor pemula. Namun pada aplikasi ini terdapat kelemahan yaitu pada pendaftaran yang biasa sering terjadi kegagalan verifikasi data. 

Aplikasi Bibit juga sudah dilengkapi dengan Robo Advisor . yaitu teknologi yang dapat membantu merancang portofolio investasi yang optimal berdasarkan umur, profil resiko dan tujuan hidup kamu. Secara otomatis. Jadi para investor dapat menentukan dana modal untuk menyesuaikan pendapatan merekan yang akan di ivestasikan.

Selain itu, Teknologi Bibit juga mendemokrasikan penelitian akademik yang sudah teruji ini supaya siapapun dapat berinvestasi dengan benar. Yaitu dengan cara

Auto Risk Profiling: Untuk mulai kamu harus menjawab 6 pertanyaan supaya kami dapat menentukan profil resiko kamu dengan algoritma tanpa bias.

Auto Financial Plan: Kamu akan mendapatkan alokasi portofolio reksa dana terbaik berdasarkan jawaban kamu.

Auto Rebalancing: Bibit akan otomatis mempertahankan alokasi optimal kamu seiring dengan perubahan pasar.

2. Bareksa



Bareksa merupakan salah satu aplikasi investasi terbaik, selain Bibit. Bareksa juga hadi sebagai Pionir Platform Investasi Indonesia. Sebagai aplikasi investasi yang menjadi pionir di Indonesia, Bareksa sudah mendapat label dan pengawasan dari Otoritas Jasa Kuangan (OJK). 

Dalam aplikasi Bareksa ini, semua dipaparkan dan dijelaskan mulai dari pergerakan harga pasar modal, hingga resikonya. sehingga anda bisa memperhitungkan - untung - ruginya sebelum membeli produk investasi di Bareksa

Hadir sebagi Pionir Platform Investasi terpercaya, Selain mendapat sertifikat dan pengawasan dari OJK, Bareksa juga bekerja sama dengan SBN Retail, jadi apabila anda ingin berinvestasi emas, anda juga bisa menggunakan Platform Bareksa ini.

Pilihan produk reksadana dalam aplikasi bareksa juga melimpah, selain itu pembayaran yang terdapat di platform bareksa juga berbagai macam metode pembayaran, selain itu dalam bareksa juga memberikan informasi dan update berita investasi di setiap harinya.

Namun , platform ini masih menjadi kendala bagi pemula yaitu sulitnya pengeoperasian platform dibandingkan dengan Bibit, dan juga minimum Investasi sebesar Rp 50.000 .

3. Ajaib.


Kamu tak perlu takut kebingungan saat pertama kali investasi di Ajaib. Akan ada panduan serta rekomendasi produk apa yang sesuai dan paling menguntungkan bagi kondisi keuanganmu.

Aplikasi investasi gratis ini juga akan memberikan notifikasi mengenai waktu jual-beli saham terbaik untukmu sehingga kamu bisa memaksimalkan profit atau menekan kerugian.

Selain itu, salah satu aplikasi investasi saham online terbaik ini juga telah mendapatkan izin beroperasi dari Indonesia Stock Exchange (IDX) dan OJK.

Buat kamu para pemula yang ingin mulai terjun investasi, Ajaib adalah salah satu aplikasi invest saham dan reksa dana terbaik yang bisa kamu coba.

Platform Investasi Ajaib juga memberikan Fitur Ajaib Alert untuk mengirimkan notifikasi pergerakan saham secara real-time. Juga tersedia fitur News Highlight untuk update berita saham terbaru. Selain itu, Biaya broker lebih murah hingga 50% dan sangat Mudah digunakan untuk pemula.

Namun pada aplikasi Ajaib masih tergolong registrasi dan verifikasi yang kurang maksimal, karena sering terjadinya kegagaln mendaftar dan verifikasi data.

4. TokoPedia Investasi 


Berbeda dengan daftar aplikasi sebelumnya, Tokopedia Investasi sendiri adalah fitur layanan investasi reksa dana yang disediakan di aplikasi Tokopedia. Bukan hanya mudah dioperasikan, modal awal yang ditawarkan oleh Tokopedia Investasi juga cukup bersahabat untuk para pemula yang masih ragu berinvestasi, yaitu mulai dari Rp10.000 saja. Namun pada Platform ini masih tergolong sedikit untuk jenis produk investasinya. 

Dalam menghadirkan layanan ini, Tokopedia bekerja sama dengan Syailendra Capital sebagai Manajer Investasi (MI) dan Bareksa sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berpengalaman. Jadi, nggak usah khawatir, ya!


Kalau anda pilih yang mana ? Yuk Ber-Investasi

Senin, 22 November 2021

4 Strategi Sebelum Memulai Investasi Bagi Pemula

4 Strategi Sebelum Memulai Investasi Bagi Pemula

Investasi merupakan hal sudah tidak asing lagi bagi masyarakat didunia ini, bahkan hampir setiap harinya angka pertumbuhan investor di Indonesia semakin bertambah, itu artinya investasi ini bisa memberi keuntungan bagi setiap investor. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal sudah mencapai angka 6,43 juta Investor per akhir september 2021 silam. Hal ini membuktikan bahwa pasar modal dinegara Indonesia sudah mulai mengelami pertumbuhan.

Dengan berinvestasi, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, juga dapat memberi imbal hasil yang baik bagi para investor. Bagi anda yang ingin memulai investasi, anda perlu memahami strategi ber-Investasi, sehingga anda bisa menikmati keuntungan dari investasi ini. Kebanyakan para investor pemula mereka hanya memikirkan keuntungan dari investasi ini tanpa memikirkan resiko pada produk investasi, oleh karena itu bagi anda yang baru atau akan memulai investasi rencanakan dan fikirkan terlebih dahulu planing investasi anda. lantas, Strategi apa yang harus dipersiapakan sebelum memulai investasi ini? Simak artikel penjelasan berikut ini. 

Strategi Memulai Investasi

Ketika anda sudah memiliki pekerjaan, dan sudah mendapatkan penghasilan tentunya anda tidak menghabiskan keseluruhan hasil pendapatan anda, dan sebegaian dari hasil pendapatan anda simpan untuk di tabung atau bahkan ingin di Investasikan. Namun perlu anda ketahui untuk memulai investasi sangatlah diperlukan perencanaan yang matang sehingga dimasa mendatang imbal hasil investasi ini dapat anda nikmati ketika sudah sesuai target investasi anda. Berikut adalah strategi dalam memulai investasi.

1. Management Pendapatan Bulanan Sebagai Modal Investasi

Pertama - tama yang harus anda siapkan sebelum memulai investasi adalah modal investasi. Modal investasi ini adalah jumlah mata uang yang anda miliki untuk membeli produk investasi. Untuk membeli produk investasi ini anda memerlukan modal untuk memiliki sebuah produk investasi. Ketika anda sudah memeliki pendapatan tetap setiap bulan, minggu, atau bahkan perharinya, sisakan beberapa persen untuk membeli produk investasi sepeti, Saham, Deposito, Obligasi, Pasar Uang, Emas (Brankas LM), Tanah, Rumah dan atau produk Investasi lainnya. Contoh, apabila anda bekerja dan sudah mendapatkan penghasilan tetap per-bulanya mendapatkan gaji sebesar Rp. 4.800.000,- ambil sekitar 15% - 20% dari penghasilan anda tiap bulannya, lalu 85% - 80% dari gaji anda, dapat anda gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, atau anda gunakan untuk hal yang bermanfaat lainnya. dengan  melakukan investasi rutin ditiap bulannya, selama anda mendapatkan gaji atau pendapatan bulanan, maka ketika anda pensiun anda sudah mempersiapkan tabungan untuk hari tua anda yang lebih siap.

2. Tujuan Utama Investasi

Setelah anda memiliki perencanaan modal untuk ber-Investasi, langkah selanjutnya yang perlu anda fikirkan adalah Tujuan Utama dari Investasi anda. Dengan memiliki tujuan ber-investasi, anda bisa lebih bersemngata dan rutin dalam ber-investasi. Misal, ketika anda masih berusia 20 th anda akan memulai investasi untuk 5-7 tahun kedepan, yang akan digunakan untuk modal menikah, membeli rumah, atau yang lainnya. Setelah 5-7 tahun anda melakukan transaksi Investasi ditiap bulannya, anda dapat mengambil hasil investasi anda untuk Tujuan Utama Investasi yang sudah anda rencanakan. Dengan adanya tujuan tersebut keuangan anda akan lebih tertata, dan presentase serta stabilitas investasi anda akan ter-maintain tiap bulannya. Kebanyakan para investor pemula, mengartikan investasi ini adalah sebagai jalan keluar saat kehabisan dana atau uang, sehingga tabungan investasi yang terkumpul seperti yang sudah direncanakan sebelumnya tidak menghasilkan apa-apa dan ini adalah salah satu faktor utama anda gagal dalam ber-investasi. Jadi bagi para pemula fikirkan matang - matang tujuan dan modal untuk melakukan investasi karena ini adalah faktor utama yang perlu anda siapkan, jangan sampai anda gagal ber-investasi karena salah memangement keuangan anda sendiri, yang berdampak berkurangnya nilai investasi anda.

3. Memilih Produk Investasi Sebagai Tolak Ukur Keuntungan dan Kerugian


Strategi yang ketiga adalah dengan Memilih Produk Investasi. Ketika anda memulai investasi pastikan anda sudah mengerti tentang apa itu Produk dan Jenis Investasi. Ketika anda sudah mempersiapkan matang - matang mulai dari modal dengan tujuan investasi anda, mulailah memimlih dan memilah produk investasi yang relevan dengan tujuan investasi anda, yang dimana memiliki resiko pada masing - masing Produk Investasi . Produk Investasi ini beragam produk, seperti Saham, Deposito, Reksa Dana, Obligasi, Emas (Brankas LM), Properti, Crypto dan semacamnya. Ketika anda sudah memilki tujuan utama dalam ber-investasi, produk apa yang cocok dan sangat relevan hasilnya saat anda menuai hasil investasi nya. Sebagai contoh anda ingin meng-investasikan sebagian dari pendapatan anda untuk membeli rumah idaman anda, dari berbagai macam produk investasi, produk yang relevan dan sangat cocok untuk tujuan anda adalah dengan ber-investasi Reksa Dana atau Deposito bahkan, anda juga dapat Menabung Investasi Emas untuk mewujudkan tujuan utama anda. Dari contoh tersebut dapat diartikan, dengan adanya anda menabung Investasi dengan produk yang sudah di sebutkan, adalah produk investasi dengan minim Resiko bahkan bisa di bilang tanpa resiko, ini sangat cocok untuk anda yang ingin menabung dengan tujuan membeli Rumah idaman anda. 

4. Platform Terpercaya dan Legalitas Keabsahan Berdasarkan Hukum


Selanjutnya yaitu memilih Platform Investasi Terpercaya dimana anda dapat melakukan transaksi dengan aman. Pada saat anda melakukan transaksi jual atau beli produk investasi yang perlu anda perhatikan adalah keabsahan legalitas dari platform tersebut, yang dimana platform sudah memiliki sertifikat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Badan Pengawasan Perdagangan Berjangaka Komiditi (BAPPEBTI) sehingga transaksi jual dan beli produk investasi lebih aman. Selanjutnya yang Perlu Anda Ketahui jangan terlalu tergiur dengan tawaran pihak asing atau platform yang menawarkan keuntungan yang sangat tinggi, karena notabe dari Investasi ini adalah soal waktu, dimana anda melakukan Investasi untuk jangka panjang, seperti kejadian yang sudah banyak terjadi banyak investor pemula yang ingin memiliki penghasilan atau Pasive Income maupun Return yang tinggi yang dijadikan korban penipuan Investasi, atau Investasi Bodong. Bagi para pemula Platform Terpercaya yang banyak digunakan adalah Bibit, Bareksa, Stockbit, Pluang, Tamasia, dan RTI Bussines. 

Demikian informasi Strategi Sebelum Memulai Investasi Bagi Pemula. Semoga bermanfaat. Yukk Ber-Investasi

Minggu, 21 November 2021

Jenis - Jenis Produk Investasi Yang Wajib Anda Ketahui

Jenis - Jenis Produk Investasi Yang Wajib Anda Ketahui

Jenis - jenis investasi yang perlu kamu ketahui. Investasi sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi kita semua, namun tidak semua orang mengerti tentang investasi. untuk anda yang ingin melakukan investasi, anda harus mengerti dan memahami investasi , seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya yaitu, Pengertian dan Mengenal Apa itu Investasi

Setelah anda memahami dan selangkah lebih mengenal investasi, anda harus memikirkan dan mengetahui rencana investasi anda, dalam arti anda merencanakan Investasi dalam bentuk apa, sehingga hasil investasi anda dapat anda nikmati sesuai target investasi anda. Pada artikel ini akan dijelaskan jenis-jenis Investasi yang perlu anda ketahui sebelum memulai investasi.

Jenis - jenis Produk Investasi

1. Deposito

Depostio merupakan sebuah jenis simpanan berjangka yang disediakan oleh perbankan yang tentunya bisa dimanfaat oleh setiap nasabahnya. Menurut OJK, Deposito merupakan jenis simpanan yang dapat dicairkan dengan waktu tertentu. Pada intinya, deposito ini adalah sebuah simpanan yang disediakan oleh perbankan dengan bunga tertentu, dan jangka waktu tertentu. 

2. Saham

Saham merupakan surat atau sebuah bukti yang mewakili kepemilikan bagian modal dari sebuah perusahaan. Seseorang yang telah membeli dan memiliki saham pada sebuah perusahaan, maka dia berhak mendapatkan hasil keuntungan aset dari perushaan tersebut. Pemilik saham juga berhak mendapatkan pembagian keuntungan aset, atau biasa disebut deviden sesuai dengan saham yang dimilikinya, dan pembagian ini telah disesuaikan dengan perhitungan dalam anggaran dasar perusahaan.

3. Obligasi

Obligasi merupakan sebuah surat hutang jangka panjang yang telah diterbitkan oleh Pemerintah dan atau perusahaan dengan nominal dan waktu jatuh tempo tertentu. Biasanya, obligasi ditemui pada persuhaan yang mengakomodasi jasa peminjaman modal. Sama seperti dengan saham, kita memiliki hak deviden dari hasil keuntungan Obligasi ini, namun yang membedakan dengan saham adalah resiko. Dimana resiko Obligasi lebih rendah ketimbang dengan resiko pada saham, bahkan pemerintah menyebutnya tanpa resiko. dan apabila kita bandingkan dengan Investasi Deposito, Obligasi memiliki ruang lebih besar untuk memperoleh keuntungan karena bunga per-tahun nya lebih tinggi ketimbang Investasi pada Deposito, namun kembali lagi pada resiko yang ditawarkan, Obligasi memiliki resiko leih besar dari deposito perbankan. 

4. Reksa Dana

Reksa Dana merupakan sebuah instrumen untuk memberikan wadah yang berfungsi untuk menghimpun atau mengumpulkan dan masyarakat dan dikelola oleh manager investasi dengan menginvestasikan dana tersebut dalam surat berharga, yakni Saham, Obligasi, dan Instrumen Pasar Uang (Money Market).

5. Emas

Emas merupakan Brankas Logam Mulia. Kebanyakan orang melakukan investasi emas ini untuk jenjang kedepan atau biasa disebut tunjangan hari tua, itu artinya investasi emas ini adalah sebuah investasi yang tentunya dengan jangka waktu panjang. Kebanyakan investor pemula salah strategi dan memahami kinerja dari investasi emas ini dan alhasil mengalami kerugian pada saat sale atau jual emas. Selain itu investasi emas anda bisa menjaga dan mengembangkan keuangan anda dimasa mendatang, dengan resiko yang relatif rendah. Adapun resiko dari investasi emas logam mulia ini adalah pada inflasi.

6. Properti

Investasi Properti merupakan investasi yang tidak asing lagi bagi semua orang. Investasi Properti ini memiliki peluang yang lebih besar dan sangat minim resiko. Lalu, apa itu investasi Properti? yaa, betul, dimana para investor mengumpulkan dana dengan maksut membeli suatu properti, seperti rumah, tanah, ruko, dll, dengan maksut demikian harga beli properti dimasa mendatang akan lebih tinggi dibanding dengan harga beli pada saat investor melakukan pembelian. Contoh, pada hari ini anda membeli sebuah properti dalam bentuk Tanah atau rumah, selama anda membeli dan memiliki hak properti tersebut, anda berhak menjual dan dan mengelola properti tersebut, dan apabila anda ingin menjual properti pada masa mendatang tentunya anda akan lebih banyak mendapatkan keuntungan, misalkan anda membeli tanah pada hari ini dengan harga Rp. 85.0000.000, lalu 5-10 tahun kedepan anda menjual tanah tersebut dengan harga yang lebih tinggi, yaitu Rp. 150.000.000 . Dengan begitu anda memiliki keuntungan yang cukup tinggi dari investasi properti. 

7. Peer to Peer Landing

Jenis investasi peer to peer lending tergolong masih cukup baru di Indonesia. Meski demikian, popularitasnya terus melejit seiring dengan kejelasan hukum dan kemudahan yang ditawarkannya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan fintech lending yang menjalankan model bisnis ini. Jumlah uang yang berputar dalam investasi peer to peer lending juga terus tumbuh.

Dalam peer to peer lending, pada dasarnya Anda meminjamkan sejumlah uang kepada pihak yang membutuhkan, baik itu individu ataupun badan usaha. Sama seperti pinjaman dari bank, return jenis investasi ini berasal dari bunga pinjaman yang telah disepakati bersama.

Suku bunga peer to peer lending ini terbilang cukup menarik. Banyak fintech lending yang menawarkan suku bunga pinjaman mencapai 18% per tahunnya. Selain itu, Anda juga bisa mulai berinvestasi peer to peer lending mulai dari Rp 100.000 saja.

Investasi merupakan cara terbaik untuk melindungi kekayaan sekaligus meningkatkan jumlahnya. Namun sebelum mulai berinvestasi, Anda harus menentukan tujuan dari investasi itu sendiri dan memahami profil risiko Anda. Dari kedua informasi itulah, Anda bisa menentukan jangka waktu dan jenis investasi yang sebaiknya dipilih.

Demikian informasi mengenai Jenis - Jenis Investasi yang menjadi pembicaraan panas di Indonesia. Yuk Berinvestasi !