Investasi merupakan hal sudah tidak asing lagi bagi masyarakat didunia ini, bahkan hampir setiap harinya angka pertumbuhan investor di Indonesia semakin bertambah, itu artinya investasi ini bisa memberi keuntungan bagi setiap investor. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal sudah mencapai angka 6,43 juta Investor per akhir september 2021 silam. Hal ini membuktikan bahwa pasar modal dinegara Indonesia sudah mulai mengelami pertumbuhan.
Dengan berinvestasi, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, juga dapat memberi imbal hasil yang baik bagi para investor. Bagi anda yang ingin memulai investasi, anda perlu memahami strategi ber-Investasi, sehingga anda bisa menikmati keuntungan dari investasi ini. Kebanyakan para investor pemula mereka hanya memikirkan keuntungan dari investasi ini tanpa memikirkan resiko pada produk investasi, oleh karena itu bagi anda yang baru atau akan memulai investasi rencanakan dan fikirkan terlebih dahulu planing investasi anda. lantas, Strategi apa yang harus dipersiapakan sebelum memulai investasi ini? Simak artikel penjelasan berikut ini.
Strategi Memulai Investasi
Ketika anda sudah memiliki pekerjaan, dan sudah mendapatkan penghasilan tentunya anda tidak menghabiskan keseluruhan hasil pendapatan anda, dan sebegaian dari hasil pendapatan anda simpan untuk di tabung atau bahkan ingin di Investasikan. Namun perlu anda ketahui untuk memulai investasi sangatlah diperlukan perencanaan yang matang sehingga dimasa mendatang imbal hasil investasi ini dapat anda nikmati ketika sudah sesuai target investasi anda. Berikut adalah strategi dalam memulai investasi.
1. Management Pendapatan Bulanan Sebagai Modal Investasi
Pertama - tama yang harus anda siapkan sebelum memulai investasi adalah modal investasi. Modal investasi ini adalah jumlah mata uang yang anda miliki untuk membeli produk investasi. Untuk membeli produk investasi ini anda memerlukan modal untuk memiliki sebuah produk investasi. Ketika anda sudah memeliki pendapatan tetap setiap bulan, minggu, atau bahkan perharinya, sisakan beberapa persen untuk membeli produk investasi sepeti, Saham, Deposito, Obligasi, Pasar Uang, Emas (Brankas LM), Tanah, Rumah dan atau produk Investasi lainnya. Contoh, apabila anda bekerja dan sudah mendapatkan penghasilan tetap per-bulanya mendapatkan gaji sebesar Rp. 4.800.000,- ambil sekitar 15% - 20% dari penghasilan anda tiap bulannya, lalu 85% - 80% dari gaji anda, dapat anda gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, atau anda gunakan untuk hal yang bermanfaat lainnya. dengan melakukan investasi rutin ditiap bulannya, selama anda mendapatkan gaji atau pendapatan bulanan, maka ketika anda pensiun anda sudah mempersiapkan tabungan untuk hari tua anda yang lebih siap.
2. Tujuan Utama Investasi
Setelah anda memiliki perencanaan modal untuk ber-Investasi, langkah selanjutnya yang perlu anda fikirkan adalah Tujuan Utama dari Investasi anda. Dengan memiliki tujuan ber-investasi, anda bisa lebih bersemngata dan rutin dalam ber-investasi. Misal, ketika anda masih berusia 20 th anda akan memulai investasi untuk 5-7 tahun kedepan, yang akan digunakan untuk modal menikah, membeli rumah, atau yang lainnya. Setelah 5-7 tahun anda melakukan transaksi Investasi ditiap bulannya, anda dapat mengambil hasil investasi anda untuk Tujuan Utama Investasi yang sudah anda rencanakan. Dengan adanya tujuan tersebut keuangan anda akan lebih tertata, dan presentase serta stabilitas investasi anda akan ter-maintain tiap bulannya. Kebanyakan para investor pemula, mengartikan investasi ini adalah sebagai jalan keluar saat kehabisan dana atau uang, sehingga tabungan investasi yang terkumpul seperti yang sudah direncanakan sebelumnya tidak menghasilkan apa-apa dan ini adalah salah satu faktor utama anda gagal dalam ber-investasi. Jadi bagi para pemula fikirkan matang - matang tujuan dan modal untuk melakukan investasi karena ini adalah faktor utama yang perlu anda siapkan, jangan sampai anda gagal ber-investasi karena salah memangement keuangan anda sendiri, yang berdampak berkurangnya nilai investasi anda.
3. Memilih Produk Investasi Sebagai Tolak Ukur Keuntungan dan Kerugian
4. Platform Terpercaya dan Legalitas Keabsahan Berdasarkan Hukum
Selanjutnya yaitu memilih Platform Investasi Terpercaya dimana anda dapat melakukan transaksi dengan aman. Pada saat anda melakukan transaksi jual atau beli produk investasi yang perlu anda perhatikan adalah keabsahan legalitas dari platform tersebut, yang dimana platform sudah memiliki sertifikat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Badan Pengawasan Perdagangan Berjangaka Komiditi (BAPPEBTI) sehingga transaksi jual dan beli produk investasi lebih aman. Selanjutnya yang Perlu Anda Ketahui jangan terlalu tergiur dengan tawaran pihak asing atau platform yang menawarkan keuntungan yang sangat tinggi, karena notabe dari Investasi ini adalah soal waktu, dimana anda melakukan Investasi untuk jangka panjang, seperti kejadian yang sudah banyak terjadi banyak investor pemula yang ingin memiliki penghasilan atau Pasive Income maupun Return yang tinggi yang dijadikan korban penipuan Investasi, atau Investasi Bodong. Bagi para pemula Platform Terpercaya yang banyak digunakan adalah Bibit, Bareksa, Stockbit, Pluang, Tamasia, dan RTI Bussines.
Sengat bermanfaat ilmunya. Terima kasih Bang. 🙏
BalasHapus