Belajar Bersama Sidungu

Kamis, 09 Desember 2021

TIPS MENYUSUN SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN BENAR

TIPS MENYUSUN SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN BENAR

TIPS MEMBUAT LAMARAN KERJA YANG BAIK DAN BENAR

Bekerja adalah impian dan tujuan dalam hidup manusia sebagai mahluk sosial didunia ini untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang di impikan. Untuk memulai pekerjaan, tentunya anda akan membuat surat permohonan kerja atau surat lamaran kerja, yang dimana isi nya adalah permohonan untuk bekerja diperusahaan yang anda tuju.

Namun, sebagai pelamar pekerjaan ada baiknya anda menyusun surat lamaran kerja tersebut dengan sebaik mungkin, ini dikarenakan banyak perusahaan yang memandang surat lamaran sebagai cover latter dari seluruh bagian dokumen lamaran kerja anda. Selain Curicullum Vitae (CV) surat lamaran kerja juga dokumen yang terpenting. Secara ketentuan, surat lamaran kerja ini tidak ada ketentutan atau keharusan yang paten, namun anda perlu menyusunnya sebaik mungkin. Berikut ini adalah tips untuk menyusun surat lamaran kerja yang baik.



1. Tata Bahasa

Dalam menyusun surat lamaran kerja, gunakan tata bahasa yang baik dan benar karena ini akan mempengaruhi penilaian kualitas dalam diri anda dalam melamar sebuah pekerjaan. Dalam suatu keadaan anda bisa menggunakan surat lamaran kerja menggunakan bahasa inggris, namun apabila anda tidak mempunyai cukup kemampuan dalam bahasa inggris, gunakanlah bahasa indonesia yang baik dan benar, dengan begitu Pimpinan perusahaan akan lebih nyaman dan tertarik dengan lamaran pekerjaan yang anda ajukan.

2. Kerapian

Saat menyusun surat lamaran pekerjaan, yang perlu anda perhatikan adalah kerapian surat lamaran kerja anda. Susun surat lamaran kerja anda sebaik mungkin, misal gunakan satu font-family sopan dan satu jenis, gunakan bahasa baku yang mudah dimengerti, dan tidak bertele-tele, pastikan surat lamaran anda tidak berantakan dalam format nya, perataan susunan kalimat dalam kertas harus sama rata agar lebih rapi dan indah di pandang.

3. Struktur Surat Lamaran Kerja

Yang ketiga yaitu dengan memperhatikan dan memahami Struktur Surat Lamaran Kerja saat menyusun. Perhatikan sistematika dalam menyusun surat lamaran kerja, mulai dari tanggal, Tujuan surat, Isi, Lampiran, hingga penutup. 

Dalam menyusun surat lamaran kerja, gunakan struktur yang baku dan format yang baku dalam membuat surat lamaran kerja ini, pastikan struksure surat sudah benar, lalu dalam melampirkan riwayat pendidikan, gunakan pendidikan tertinggi anda sebagi lampiran surat dilamaran kerja.

dan pada bagian penutup surat, jangan terlalu bertele - tele dan menjelaskan tentang diri anda terlalu banyak, dan jangan lupa untuk memberi ucapan "Terima Kasih" pada akhir surat lamaran kerja.

4. Proof Read

Yang terkahir yaitu Proof Read . ini adalah salah satu tips yang harus anda lakukan sebelum anda mengirimkan dokumen anda ke perusahaan yang akan anda tuju. Proof read ini adalah dengan mengecek dan membaca ulang surat lamaran kerja yang anda susun, dengan tujuan apakah ada kata atau kalimat yang kurang pas dan tidak baku, bahkan tidak sopan, maka anda bisa mengganti nya sebelum anda mengirim surat lamaran tersebut.

Kebanyakan orang, terutama yang fresh graduate kurangnya dalam Proof Read, sehingga surat lamaran kerja yang disusun terdapat kata - kata yang kurang baku, atau tidak enak dibaca. jadi sebelum anda mengirim surat lamaran kerja ini, anda cek ulang dan pastikan tidak ada salah ketik atau salah penulisan dalam menyusun surat lamaran kerja anda.

Demikian informasi tentang Tips Membuat Surat Lamaran Kerja Yang Baik , Semoga bermanfaat.

Kamis, 02 Desember 2021

PERBEDAAN SAHAM DAN OBLIGASI DALAM DUNIA INVESTASI

PERBEDAAN SAHAM DAN OBLIGASI DALAM DUNIA INVESTASI

PERBEDAAN SAHAM DAN OBLIGASI



Pada saat akan memulai investasi, ada baiknya anda mengenali terlebih dahulu produk produk investasinya, perbedaan dan resikonya. Pada dunia investasi, terdapat dua produk investasi yang cukup populer, namun sebagai investor pemula banyak yang belum mengeerti dan memahami produk investasi tersebut. 

Produk investasi itu adalah Saham dan Obligasi . Saham dan obligasi adalah dua produk yang cukup populer. Namun rata - rata investor pemula tidak mengetahui dan memahami kedua produk tersebut, terutama dalam perbedaan antara Saham dan Obligasi. Keduanya memiliki faktor dan target yang mendasar sehingga memiliki perbedaan yang sangat mempengaruhi dari hasil investasi anda.

Seperti yang dijelaskan pada artikel sebelum nya yaitu mengenai Jenis - Jenis Produk Investasi, saham dapat diartikan sebagai surat atau sebuah bukti yang mewakili kepemilikan bagian modal dari sebuah perusahaan. Seseorang yang telah membeli dan memiliki saham pada sebuah perusahaan, maka dia berhak mendapatkan hasil keuntungan aset dari perushaan tersebut. Sedangakan Obligasi dapat diartikan sebuah surat hutang jangka panjang yang telah diterbitkan oleh Pemerintah dan atau perusahaan dengan nominal dan waktu jatuh tempo tertentu. Biasanya, obligasi ditemui pada persuhaan yang mengakomodasi jasa peminjaman modal.

Selain dari pengertian masih banyak perbedaan antara Saham dan Obligasi , Simak artikel berikut.

1. Badan Penerbit Investasi

Pada produk investasi Obligasi, adalah produk yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan, baik itu perusahaan swasta maupun BUMN, yang di terbitkan sebagai surat hutang berjangka.

Sedangkan produk investasi Saham, adalah produk investasi yang diterbitkan oleh perusahaan yang sudah terdaftar dalam efek bursa. 

2. Jangka Waktu

Pada investasi Obligasi, memiliki jangka waktu yang bisa dibilang relatif lebih rendah dibandingkan dengan Saham. selain itu Jangka waktu pada obligasi memiliki jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan dalam kepemilikan surat berharga tersebut.

Berbeda dengan Saham, saham memiliki jangka waktu yang cukup panjang, yaitu dimana saham akan selalu berlaku selama perusahaan masih ada dan beroperasional.

3. Pembagian Imbal Hasil (Return)

Return atau bisa dibilang imbal hasil atau juga bisa disebut keuntungan/laba pada obligasi akan dihitung sesuai dengan hasil perhitungan harga pokok hutang, dan suku bunga yang berlaku.

Sedangkan saham akan membagikan keuntungan dengan sistem pembagaian sama rata kesemua pihak yang mempunyai saham tersebut. Besarnya deviden keuntungan yang diperoleh investor berbeda beda, sesuai dengan besarnya modal investor saat membeli saham.

4. Pajak 

Pada Obligasi keuntungan yang diberikan kepada pemilik surat berharga atau investor tidak dikenakan biaya pajak.

Sedangkan pada saham, akan dikenakan biaya pajak tambahan setelah perhitungan berapa nilai keuntungan yang didapatkan.

5. Likuiditas

Pada obligasi, yang menjadi pemegang obligasi sebagia krediut harus tetap membayar, meskipun perusahaan penerbit mengalami kebangkrutan.

Sedangkan pada saham, deviden keuntungan akan dibayarkan kepada investor saat penerbit perusaan pemegeang saham mengalami kebangkrutan.

Keuntungan dan Kekurangan Investasi Saham & Obligasi

Dengan mengenal dan memahami apa itu Saham dan Obligasi, anda juga perlu mengetahui keuntungan dan kekurangan dalam 2 produk investasi ini, guna untuk memperkirakan dan merencanakan, bagaimana kondisi aset anda nanti setelah membeli produk investasi saham maupun obligasi. adapun keuntungan dan kerugian dalam investasi saham dan obligasi adala sebagai berikut .

1. Kekurangan Obligasi

  • Terjadinya kegagalan dalam pembayaran deviden atau keuntungan, itu artinya apabila management dan putaran uang kurang baik akan mengakibatkan kegagalan dalam membayar investor 
  • yang kedua yaitu terjadinya Capital Loss. Yaitu dimana kerugian yang disebabkan inflasi, gejolak politik, ekonomi, kerusuhan massal, serta permasalahan global lainnya, sehingga terjadinya kerugian deviden dari obligasi yang dimiliki.
  • Yang terakhir yaitu likuiditas, artinya obligasi dapat dikatakan tidak memenuhi syarat likuiditas produk investasi, sehingga menyebabkan kerugian para investor yang dimana mau tidak mau melakukan penjualan surat berharga para investor dengan kondisi rugi.

2. Kekurangan Saham

  • kekurangan pada produk investasi saham yang pertama yaitu terjadi kerugian atau tidak mendapatkan keuntungan/deviden. Artinya, ketika terjadi kebangkrutan pada perusahaan, pemegang saham tidak akan mendapatkan keuntungan atau pembagian deviden.
  • Perusahaan mengalami Pailit yaitu dimana kondisi perushaan atau terjadi bangkrut, anda bisa kehilangan saham anda.
  • Tekena Suspend, ketiga yaitu suspend, dimana kondisini ini dikarenakan perusahaan tidak mendapatkan izin legalitas lagi di pasar modal.

3. Keuntungan Investasi Obligasi

  • Pendapatan Tetap, yaitu dimana kondisi keuntungan atau bunga yang diperoleh investor dari investasi obligasi ini akan berjalan lebih stabil disetiap bulannya, sehingga perkiraan pendapatan bisa terhitung sejak awal investasi, dan pada umumnya lebih besar dari SBI dan Deposito.
  • Penjualan berasal dari Capital Gain, yaitu dimana posisi keuntungan investor cukup tinggi dari perhitungan selisih harga jual dan harga pada saat membeli.

4. Keuntungan Investasi Saham

  • Deviden : Pendapatan yang dihasilkan dari laba bersih perusahaan penerbit saham.
  • Capital gain :Keuntungan yang diperoleh dari perhitungan selisih harga jual saham dengan harga belinya.

Itulah informasi mengenai perbedaan antara Investasi Saham dan Investasi Obligasi, yang dimana masing masing memiliki ciri yang mendasar, serta perbedaan dari keuntungan dan kerugian yang dimiliki oleh produk investasi saham maupun obligasi. Apabila anda ingin bertanya dan ingin berkonsultasi silahkan tinggalkan dikolom komentar. Jangan lupa untuk terus support kami agar terus berkembang, follow, like, komen, and share artikel kami.

Terima Kasih, Semoga bermanfaat.

Sabtu, 27 November 2021

PERBEDAAN INVESTASI JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG

PERBEDAAN INVESTASI JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG

Mengenal Investasi Bejangka Pendek & Panjang

Saat anda memulai investasi tentunya anda merencanakan tujuan investasi anda sebgai tolak ukur return dari investasi anda. Instrument aplikasi berjang pendek atau panjang yang akan di gunakan semua tergantung dari tujuan para investor masing - masing. Apabila tujuan dengan prospek instrument investasi tidak cocok menyebabkan terjadinya kegagaln dalam ber-investasi, oleh sebeb itu perlunya anda mengenal instrument investasi berjangka dalam Investasi ini. Anda perlu mengetahui terutama pada resiko pada setiap instrument aplikasi, mengenal investasi jangka pendek maupun jangka panjang, kekurangan, serta kelebihan pada instrument investasi.


Investasi Jangka Pendak & Jangka Panjang

Investasi jangka pendek adalah salah satu jenis investasi yang dimana memiliki tenor atau jangka waktu yang pendek, yaitu 3 sampai 12 saja. Singkatnya, investasi jangka pendek ini adalah investasi yang digunakan untuk mengamankan dana para investor yang dimana tidak untuk mengambil keuntungan yang terlalu tinggi, dan tentunya minim resiko, atau bahkan tanpa resiko.

Sedangkan Investasi Jangka Panjang adalah sebuah instrument aplikasi yang memiliki jangka waktu diatas 5 tahun. Singkatnya investasi jangka panjang ini digunakan untuk mengumpulkan dana dengan bertujuan menabung, untuk kesenjangan di hari tua, untuk persiapan hari tua, dan hal - hal lainnya yang notabenya digunakan untuk masa mendatang. Pada Umum nya, investasi jangka panjang ini juga disebut sebagai penanaman aset dengan tenor waktu hingga 10 tahun. 

Dari penjelasan tersebut, dapat bedakan bahwa instrument investasi berjangka pendek dan panjang memiliki perbedaan signifikan terutama dalam waktu berjangka menanam modal. Selain peberdaan  resiko yang di miliki oleh kedua instrument investasi tersebut, Investasi jangka panjang dan jangka pendek memiliki fungsi terhadap tujuan investor yang berbeda.  sehingga para investor dapat menentukan instrument investasi panjang atau pendek saat memulai ber-Investasi.

Resiko

Setiap Instrument Investasi, pasti memiliki resiko tersendiri , oleh sebab itu para investor biasanya menyesuaikan dengan kesehatan keuangan mereka, sebagai modal investasi mereka. Dengan demikian, para investor dapat menyiapkan modal yang tepat, untuk menghadapi resiko instrument investasi yang akan dipilih. Pemahaman dan mengenal resko Investasi ini sangatlah penting, untuk kesuksesan anda dalam ber investasi. 


1. Resiko Investasi Jangka Pendek

Resiko yang dimiliki oleh setiap isntrumen investasi berbeda, baik itu dari segi jangka waktu, tujuan, dan resiko. perbedaan ini juga memiliki dan kekurangan tersendiri bagi setiap instrument investasi
Instrument Investasi Jangka pendek memiliki resiko yang relatif rendah, bahkan bisa disebut tanpa resiko, ini dikarenakan investasi jangka pendek memiliki waktu yang singkat dan memiliki flesibilitas dalam bertransaksi. 

2. Resiko Investasi Jangka Panjang

Sedangkan  investasi Jangka panjang memiliki resiko yang cukup tinggi, resiko ini dapat terjadi sewaktu - waktu tanpa kita ketahui dan di prediksi kedepannya. Resiko ini disebabkan oleh terjadinya inflasi didunia ini. Naik turunnya pasar modal juga dapat mempengaruhi besar kecilnya resiko dari investasi berjangka panjang ini. 

Kelebihan dan Kekurangan Instrument Investasi Jangka Pendek & Panjang

Dari penjelasan resiko investasi di atas, setiap instrumen investasi juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Pada investasi berjangka pendek dia memiliki kelebihan yaitu dimana tenor waktu yang tawarkan begitu singkat dan cepat, sehingga anda bisa menikmati hasil investasi anda dengan waktu yang singkat, namun dari sisi lain, investasi jangka pendek memiliki kekurangan yaitu memiliki return atau imbal hasil investasi yang sangat sedikit, bahkan bisa dibilang no-return. berbeda dengan investasi jangka panjang, Meskipun memiliki jangka waktu panjang dan kurang nya fleksibilitas dalam menarik hasil investasi sebelum waktunya, serta memiliki resiko yang jauh lebih besar dibandingkan dengan investasi jangka pendek, Investasi jangka panjang memiliki return yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 100% dari modal investasi anda, ini artinya, ivenstasi jangka panjang memiliki sifat High Risk - High Return, yaitu dimana kondisi instument investasi memiliki resiko yang besar, namun memiliki imbal hasil atau return yang besar pula.

Semoga bermanfaat .

Yuk Berinvestasi, Kalau Anda yang mana ??

Kamis, 25 November 2021

MENGENAL INVESTASI JANGKA PENDEK - PENGERTIAN, RESIKO, KELEBIHAN, KEKURANGAN, DAN PRODUK INVESTASINYA

MENGENAL INVESTASI JANGKA PENDEK - PENGERTIAN, RESIKO, KELEBIHAN, KEKURANGAN, DAN PRODUK INVESTASINYA

Mengenal Investasi Jangka Pendek


Investasi jangka pendek merupakan salah satu investasi yang sangat digemari oleh investor, terutama bagi investor muda dan pemula. Investor jangka pendek merupakan salah satu jenis investasi yang dimana memiliki jangka waktu yang singkat yaitu 3 sampai 12 bulan saja, selain itu investasi ini juga memiliki resiko yang rendah, bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutnya tanpa resiko, inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Jenis Investasi Jangka Pendek ini menjadi salah satu favorit bagi para investor , terutama investor pemula.

Pengertian

Investasi jangka pendek adalah salah satu jenis investasi yang dimana memiliki tenor atau jangka waktu yang pendek, yaitu 3 sampai 12 saja. Singkatnya, investasi jangka pendek ini adalah investasi yang digunakan untuk mengamankan dana para investor yang dimana tidak untuk mengambil keuntungan yang terlalu tinggi, dan tentunya minim resiko, atau bahkan tanpa resiko.

Investasi jangka pendek ini menjadi salah satu pilihan investasi favorit bagi investor muda dan pemula. karena investasi model jangka pendek ini tidak terlalu ber-resiko. Sebagai salah satu contoh, investasi jangka pendek yaitu investasi untuk persiapan menikah atau membayar dp rumah beberapa bulan ke-depan. Dengan menanam modal investasi berjangka pendek, uang tabungan yang anda investasikan akan lebih aman dari pengeluaran keseharian anda.

Investasi jangka pendek juga memiliki sifat fleksibel, apa itu artinya ? Artinya, jenis investasi jangka pendek ini bisa bertransaksi kapan saja, dan tidak ada tenor atau batasan waktu kapan saat anda mengambil atau tarik tunai tabungan investasi.

Resiko Investasi Jangka Pendek

Melansir penjelasan diatas, dengan ciri dan sifat investasi jangka pendek yang fleksibel dan tidak memiliki return yang begitu tinggi, Investasi Jangka Pendek  memiliki resiko yang rendah, bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutnya tanpa resiko. Investasi Jangka Pendek biasanay digunakan sebagai investasi yang bersifat sementara, yang dimana hanya untuk mengamankan dana para investor, dan tidak untuk menambah dana investor, mengapa demikian? Ini dikarenakan investasi berjangka pendek tidak memiliki return per-tahun yang tidak begitu tinggi, sehingga pertumbuhan dan pengembangan dana investasi anda akan begitu lama, bahkan tanpa adanya return disetiap tahunnya.

Kelebihan Investasi Jangka Pendek

Investasi Jangka Pendek memiliki keunggulan tersendiri bagi para investor. Salah satunya yaitu minimnya resiko terhadap inflasi dan harga pasar, sehingga meskipun dalam arti kondisi inflasi didunia sedang mengalami penurunan, nilai tabungan anda akan tetap sama dan tidak bisa berkurang.

Selain memiliki Resiko yang rendah, Investasi Jangka Pendek juga memiliki sifat fleksibeilitas, yang dimana anda bisa menarik dana investasi kapanpun dan dalam waktu yang singkat. Biasanya Investasi Jangka Pendek ini memilik jangka waktu 3 sampai 12 saja. Apabila investasi jangka panjang menwarkan return yang menggiurkan, disisi lain Investasi jangka pendek dapat dijadikan jaminan saat kita membutuhkan dana mendadak, atau emergency.

Dari kelebihan itulah para investor, terutama investor pemula, lebih memilih jenis investasi yang berjangka pendek, dengan meminimalisir resiko kerugian bagi investor.

Kekurangan Investasi Jangka Pendek

Selain memiliki kelebihan, Investasi Berjangka Pendek memiliki kelemahan atau kekurangan. Kekurangan dari Investasi Jangka Pendek ini adalah minimnya return, atau imbal hasil dan atau laba dari investasi. mengapa demikian ? ini dikarenakan Investasi Jangka Pendek memiliki resiko kerugian yang rendah, sehingga pendapatan atau hasil yang diperolah pu juga sangat minim apabila dibandingkan dengan investasi jangka panjang.

Singkatnya, Investasi Jangka Pendek ini tidak cocok untuk anda yang ingin berinvestasi untuk keseiapa dan kesenjangan dimasa mendatang. itu artinya, sangatlah tidak efisien apabila anda ber-investasi jangka pendek untuk tujuan investasi jangka panjang.

Selain memiliki return yang rendah, Kekurangan investasi jangka pendek ini adalah, memiliki pasar yang fluktuatif,artinya berubah - ubah dari waktu ke waktu. Secara khusus, nilai fluktuatif ini tidak menjadi masalah bagi Jenis Investasi Jangka Pendek, namun berinvestasi dengan jangka pendek tanpa mengawasi dengan perhatian khusus dapat mempengaruhi dalam memperkuat dan memperlemah kondisi keuangan investor.

Instrument Produk Investasi Jangka Pendek.

Sebagai Investasi jangka pendek yang hadir dengan sifat yang sementara, beberapa instrument investasi memberikan penawaran terbaiknya. Instrument investasi ini juga sangat berpengaruh penting terhadap modal investasi anda. Sebagai Investor pemula anda wajib mengetahui instrument investasi Jangka Pendek. Berikut 3 jenis investasi Jangka Pendek yang wajib anda ketahui.

1. Reksadana

Reksadana merupakan salah satu jenis instrumen investasi jangka pendek yang dalam beberapa tahun ke belakang sedang populer digunakan. Reksadana sendiri adalah sebuah produk investasi dalam bentuk kumpulan dana yang dikelola sebagai modal investasi untuk dikonversikan ke dalam berbagai jenis produk, seperti saham, obligasi, serta produk keuangan dan investasi lainnya. Dana yang terkumpul tersebut dikelola oleh manajer investasi, sebuah manajemen atau lembaga profesional yang bertugas untuk mengelola kegiatan investasi Anda. Namun jika Anda berkenan untuk melakukan investasi, reksadana pasar uang jadi salah satu jenis yang cocok untuk investasi jangka pendek

2. Deposito

Selain reksadana, instrumen investasi jangka pendek yang cukup dikenal oleh masyarakat secara luas adalah deposito. Secara mendasar, deposito ini memiliki fungsi yang sama dengan tabungan, sebagai sarana penyimpanan dana. Di saat Anda ingin menyimpan dana di deposito, Anda bisa memilih tenor atau jangka waktu yang perlu Anda setujui untuk bisa mengambil kembali modal investasi dan keuntungan yang akan didapatkan dari program deposito tersebut.

3. Obligasi 

Obligasi juga jadi pilihan yang baik sebagai instrumen investasi jangka pendek yang bisa Anda pilih. Obligasi adalah surat pernyataan utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi. Namun instrumen investasi ini juga bisa diterbitkan oleh badan usaha perseorangan. Di dalam obligasi yang diterbitkan, biasanya tercantum pernyataan bahwa setiap pembeliannya memiliki bunga yang akan berkembang dan memberi keuntungan bagi pemiliknya dalam jangka waktu tertentu. Obligasi umumnya memiliki waktu jatuh tempo mulai dari 1 tahun hingga 10 tahun. Pemegang investasi obligasi akan diberikan tanda kepemilikan berupa kupon ataupun bunga.

Jika anda sudah mulai tertarik dengan Investasi, pelajarilan instrument - instrument investasi yang akan anda jadikan Manager Investasi. Sehingga anda dapat memperhitungkan dan menganalisa laba dan rugi dari investasi anda. Anda pilih yang mana ?

Minggu, 21 November 2021

Jenis - Jenis Produk Investasi Yang Wajib Anda Ketahui

Jenis - Jenis Produk Investasi Yang Wajib Anda Ketahui

Jenis - jenis investasi yang perlu kamu ketahui. Investasi sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi kita semua, namun tidak semua orang mengerti tentang investasi. untuk anda yang ingin melakukan investasi, anda harus mengerti dan memahami investasi , seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya yaitu, Pengertian dan Mengenal Apa itu Investasi

Setelah anda memahami dan selangkah lebih mengenal investasi, anda harus memikirkan dan mengetahui rencana investasi anda, dalam arti anda merencanakan Investasi dalam bentuk apa, sehingga hasil investasi anda dapat anda nikmati sesuai target investasi anda. Pada artikel ini akan dijelaskan jenis-jenis Investasi yang perlu anda ketahui sebelum memulai investasi.

Jenis - jenis Produk Investasi

1. Deposito

Depostio merupakan sebuah jenis simpanan berjangka yang disediakan oleh perbankan yang tentunya bisa dimanfaat oleh setiap nasabahnya. Menurut OJK, Deposito merupakan jenis simpanan yang dapat dicairkan dengan waktu tertentu. Pada intinya, deposito ini adalah sebuah simpanan yang disediakan oleh perbankan dengan bunga tertentu, dan jangka waktu tertentu. 

2. Saham

Saham merupakan surat atau sebuah bukti yang mewakili kepemilikan bagian modal dari sebuah perusahaan. Seseorang yang telah membeli dan memiliki saham pada sebuah perusahaan, maka dia berhak mendapatkan hasil keuntungan aset dari perushaan tersebut. Pemilik saham juga berhak mendapatkan pembagian keuntungan aset, atau biasa disebut deviden sesuai dengan saham yang dimilikinya, dan pembagian ini telah disesuaikan dengan perhitungan dalam anggaran dasar perusahaan.

3. Obligasi

Obligasi merupakan sebuah surat hutang jangka panjang yang telah diterbitkan oleh Pemerintah dan atau perusahaan dengan nominal dan waktu jatuh tempo tertentu. Biasanya, obligasi ditemui pada persuhaan yang mengakomodasi jasa peminjaman modal. Sama seperti dengan saham, kita memiliki hak deviden dari hasil keuntungan Obligasi ini, namun yang membedakan dengan saham adalah resiko. Dimana resiko Obligasi lebih rendah ketimbang dengan resiko pada saham, bahkan pemerintah menyebutnya tanpa resiko. dan apabila kita bandingkan dengan Investasi Deposito, Obligasi memiliki ruang lebih besar untuk memperoleh keuntungan karena bunga per-tahun nya lebih tinggi ketimbang Investasi pada Deposito, namun kembali lagi pada resiko yang ditawarkan, Obligasi memiliki resiko leih besar dari deposito perbankan. 

4. Reksa Dana

Reksa Dana merupakan sebuah instrumen untuk memberikan wadah yang berfungsi untuk menghimpun atau mengumpulkan dan masyarakat dan dikelola oleh manager investasi dengan menginvestasikan dana tersebut dalam surat berharga, yakni Saham, Obligasi, dan Instrumen Pasar Uang (Money Market).

5. Emas

Emas merupakan Brankas Logam Mulia. Kebanyakan orang melakukan investasi emas ini untuk jenjang kedepan atau biasa disebut tunjangan hari tua, itu artinya investasi emas ini adalah sebuah investasi yang tentunya dengan jangka waktu panjang. Kebanyakan investor pemula salah strategi dan memahami kinerja dari investasi emas ini dan alhasil mengalami kerugian pada saat sale atau jual emas. Selain itu investasi emas anda bisa menjaga dan mengembangkan keuangan anda dimasa mendatang, dengan resiko yang relatif rendah. Adapun resiko dari investasi emas logam mulia ini adalah pada inflasi.

6. Properti

Investasi Properti merupakan investasi yang tidak asing lagi bagi semua orang. Investasi Properti ini memiliki peluang yang lebih besar dan sangat minim resiko. Lalu, apa itu investasi Properti? yaa, betul, dimana para investor mengumpulkan dana dengan maksut membeli suatu properti, seperti rumah, tanah, ruko, dll, dengan maksut demikian harga beli properti dimasa mendatang akan lebih tinggi dibanding dengan harga beli pada saat investor melakukan pembelian. Contoh, pada hari ini anda membeli sebuah properti dalam bentuk Tanah atau rumah, selama anda membeli dan memiliki hak properti tersebut, anda berhak menjual dan dan mengelola properti tersebut, dan apabila anda ingin menjual properti pada masa mendatang tentunya anda akan lebih banyak mendapatkan keuntungan, misalkan anda membeli tanah pada hari ini dengan harga Rp. 85.0000.000, lalu 5-10 tahun kedepan anda menjual tanah tersebut dengan harga yang lebih tinggi, yaitu Rp. 150.000.000 . Dengan begitu anda memiliki keuntungan yang cukup tinggi dari investasi properti. 

7. Peer to Peer Landing

Jenis investasi peer to peer lending tergolong masih cukup baru di Indonesia. Meski demikian, popularitasnya terus melejit seiring dengan kejelasan hukum dan kemudahan yang ditawarkannya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan fintech lending yang menjalankan model bisnis ini. Jumlah uang yang berputar dalam investasi peer to peer lending juga terus tumbuh.

Dalam peer to peer lending, pada dasarnya Anda meminjamkan sejumlah uang kepada pihak yang membutuhkan, baik itu individu ataupun badan usaha. Sama seperti pinjaman dari bank, return jenis investasi ini berasal dari bunga pinjaman yang telah disepakati bersama.

Suku bunga peer to peer lending ini terbilang cukup menarik. Banyak fintech lending yang menawarkan suku bunga pinjaman mencapai 18% per tahunnya. Selain itu, Anda juga bisa mulai berinvestasi peer to peer lending mulai dari Rp 100.000 saja.

Investasi merupakan cara terbaik untuk melindungi kekayaan sekaligus meningkatkan jumlahnya. Namun sebelum mulai berinvestasi, Anda harus menentukan tujuan dari investasi itu sendiri dan memahami profil risiko Anda. Dari kedua informasi itulah, Anda bisa menentukan jangka waktu dan jenis investasi yang sebaiknya dipilih.

Demikian informasi mengenai Jenis - Jenis Investasi yang menjadi pembicaraan panas di Indonesia. Yuk Berinvestasi !