Belajar Bersama Sidungu

Minggu, 21 November 2021

Jenis - Jenis Produk Investasi Yang Wajib Anda Ketahui

| Minggu, 21 November 2021

Jenis - jenis investasi yang perlu kamu ketahui. Investasi sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi kita semua, namun tidak semua orang mengerti tentang investasi. untuk anda yang ingin melakukan investasi, anda harus mengerti dan memahami investasi , seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya yaitu, Pengertian dan Mengenal Apa itu Investasi

Setelah anda memahami dan selangkah lebih mengenal investasi, anda harus memikirkan dan mengetahui rencana investasi anda, dalam arti anda merencanakan Investasi dalam bentuk apa, sehingga hasil investasi anda dapat anda nikmati sesuai target investasi anda. Pada artikel ini akan dijelaskan jenis-jenis Investasi yang perlu anda ketahui sebelum memulai investasi.

Jenis - jenis Produk Investasi

1. Deposito

Depostio merupakan sebuah jenis simpanan berjangka yang disediakan oleh perbankan yang tentunya bisa dimanfaat oleh setiap nasabahnya. Menurut OJK, Deposito merupakan jenis simpanan yang dapat dicairkan dengan waktu tertentu. Pada intinya, deposito ini adalah sebuah simpanan yang disediakan oleh perbankan dengan bunga tertentu, dan jangka waktu tertentu. 

2. Saham

Saham merupakan surat atau sebuah bukti yang mewakili kepemilikan bagian modal dari sebuah perusahaan. Seseorang yang telah membeli dan memiliki saham pada sebuah perusahaan, maka dia berhak mendapatkan hasil keuntungan aset dari perushaan tersebut. Pemilik saham juga berhak mendapatkan pembagian keuntungan aset, atau biasa disebut deviden sesuai dengan saham yang dimilikinya, dan pembagian ini telah disesuaikan dengan perhitungan dalam anggaran dasar perusahaan.

3. Obligasi

Obligasi merupakan sebuah surat hutang jangka panjang yang telah diterbitkan oleh Pemerintah dan atau perusahaan dengan nominal dan waktu jatuh tempo tertentu. Biasanya, obligasi ditemui pada persuhaan yang mengakomodasi jasa peminjaman modal. Sama seperti dengan saham, kita memiliki hak deviden dari hasil keuntungan Obligasi ini, namun yang membedakan dengan saham adalah resiko. Dimana resiko Obligasi lebih rendah ketimbang dengan resiko pada saham, bahkan pemerintah menyebutnya tanpa resiko. dan apabila kita bandingkan dengan Investasi Deposito, Obligasi memiliki ruang lebih besar untuk memperoleh keuntungan karena bunga per-tahun nya lebih tinggi ketimbang Investasi pada Deposito, namun kembali lagi pada resiko yang ditawarkan, Obligasi memiliki resiko leih besar dari deposito perbankan. 

4. Reksa Dana

Reksa Dana merupakan sebuah instrumen untuk memberikan wadah yang berfungsi untuk menghimpun atau mengumpulkan dan masyarakat dan dikelola oleh manager investasi dengan menginvestasikan dana tersebut dalam surat berharga, yakni Saham, Obligasi, dan Instrumen Pasar Uang (Money Market).

5. Emas

Emas merupakan Brankas Logam Mulia. Kebanyakan orang melakukan investasi emas ini untuk jenjang kedepan atau biasa disebut tunjangan hari tua, itu artinya investasi emas ini adalah sebuah investasi yang tentunya dengan jangka waktu panjang. Kebanyakan investor pemula salah strategi dan memahami kinerja dari investasi emas ini dan alhasil mengalami kerugian pada saat sale atau jual emas. Selain itu investasi emas anda bisa menjaga dan mengembangkan keuangan anda dimasa mendatang, dengan resiko yang relatif rendah. Adapun resiko dari investasi emas logam mulia ini adalah pada inflasi.

6. Properti

Investasi Properti merupakan investasi yang tidak asing lagi bagi semua orang. Investasi Properti ini memiliki peluang yang lebih besar dan sangat minim resiko. Lalu, apa itu investasi Properti? yaa, betul, dimana para investor mengumpulkan dana dengan maksut membeli suatu properti, seperti rumah, tanah, ruko, dll, dengan maksut demikian harga beli properti dimasa mendatang akan lebih tinggi dibanding dengan harga beli pada saat investor melakukan pembelian. Contoh, pada hari ini anda membeli sebuah properti dalam bentuk Tanah atau rumah, selama anda membeli dan memiliki hak properti tersebut, anda berhak menjual dan dan mengelola properti tersebut, dan apabila anda ingin menjual properti pada masa mendatang tentunya anda akan lebih banyak mendapatkan keuntungan, misalkan anda membeli tanah pada hari ini dengan harga Rp. 85.0000.000, lalu 5-10 tahun kedepan anda menjual tanah tersebut dengan harga yang lebih tinggi, yaitu Rp. 150.000.000 . Dengan begitu anda memiliki keuntungan yang cukup tinggi dari investasi properti. 

7. Peer to Peer Landing

Jenis investasi peer to peer lending tergolong masih cukup baru di Indonesia. Meski demikian, popularitasnya terus melejit seiring dengan kejelasan hukum dan kemudahan yang ditawarkannya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan fintech lending yang menjalankan model bisnis ini. Jumlah uang yang berputar dalam investasi peer to peer lending juga terus tumbuh.

Dalam peer to peer lending, pada dasarnya Anda meminjamkan sejumlah uang kepada pihak yang membutuhkan, baik itu individu ataupun badan usaha. Sama seperti pinjaman dari bank, return jenis investasi ini berasal dari bunga pinjaman yang telah disepakati bersama.

Suku bunga peer to peer lending ini terbilang cukup menarik. Banyak fintech lending yang menawarkan suku bunga pinjaman mencapai 18% per tahunnya. Selain itu, Anda juga bisa mulai berinvestasi peer to peer lending mulai dari Rp 100.000 saja.

Investasi merupakan cara terbaik untuk melindungi kekayaan sekaligus meningkatkan jumlahnya. Namun sebelum mulai berinvestasi, Anda harus menentukan tujuan dari investasi itu sendiri dan memahami profil risiko Anda. Dari kedua informasi itulah, Anda bisa menentukan jangka waktu dan jenis investasi yang sebaiknya dipilih.

Demikian informasi mengenai Jenis - Jenis Investasi yang menjadi pembicaraan panas di Indonesia. Yuk Berinvestasi !

Related Posts

2 komentar: